Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan website. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
Cara dan Trik Beberapa Marketplace Agar Tetap Eksis di Tengah Persaingan Masa Pandemi
Pebisnis diharapkan memiliki strategi khusus untuk mempertahankan usahanya di tengah pandemi. Berikut ini kami telah menyiapkan sejumlah tips dan trik sukses untuk mempertahankan bisnis di situasi pandemi COVID-19. Simak informasi selengkapnya.
23559
post-template-default,single,single-post,postid-23559,single-format-standard,bridge-core-2.0.7,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-19.4,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive
thumbnail-marketplace

Cara dan Trik Beberapa Marketplace Agar Tetap Eksis di Tengah Persaingan Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 membawa banyak dampak negatif dalam kehidupan selama ini. Salah satu dampak negatif COVID-19 yang dapat kita amati dengan mudah adalah kebangkrutan perusahaan dan pemutusan hubungan kerja karyawan secara massal.

Menyusutnya daya beli masyarakat berakibat pada ketidakmampuan perusahaan untuk bertahan berbisnis. Alhasil, tak mengherankan jika banyak pengusaha memilih gulung tikar.

Roda perekonomian yang melambat jika dibiarkan terus-terusan akan membawa dampak yang membahayakan bagi keberlangsungan semua pihak dalam suatu negara. Tak hanya pemerintah, pebisnis pun diharapkan memiliki strategi khusus untuk mempertahankan usahanya di tengah pandemi. Namun bagaimana caranya?

Berikut ini kami telah menyiapkan sejumlah tips dan trik sukses untuk mempertahankan bisnis di situasi pandemi COVID-19. Yuk simak pembahasannya!

6 Strategi Mempertahankan Bisnis Selama Pandemi

 
Berdagang menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan pemasukan tambahan semasa pandemi COVID-19. Market place adalah pilihan banyak orang untuk berjualan lantaran adanya tuntutan untuk tetap di rumah guna mengurangi penyebaran COVID-19. Adapun beberapa jenis market place adalah Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan OLX yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Berjualan di market place adalah strategi yang tepat di masa pandemi. Ketika konsumen tidak bisa lagi bebas mengunjungi toko-toko secara langsung, berbelanja kini harus dilakukan secara online. Namun berjualan secara online juga tidak segampang membalikkan telapak tangan, terlebih di situasi pandemi dan daya beli masyarakat sedang menurun.

Untuk mengatasinya, ada sejumlah strategi yang harus dikuasai agar bisnis online Anda tetap bertahan meski sedang pandemi. Berikut ini 6 strategi mempertahankan bisnis dari market place ternama selama masa pandemi COVID-19.

Artikel Terkait  Tips Jitu Memilih Media Promosi yang Unik

1.   Menyusun Business Plan Baru

 
Strategi awal mempertahankan bisnis menurut sistem market place adalah menyusun business plan baru yang lebih sesuai dengan keadaan di lapangan. Era pandemi COVID-19 mengubah begitu banyak pola kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas perdagangan. Jadi untuk mempertahankan usaha, bisnis Anda perlu beradaptasi terhadap perubahan.

Semisal Anda tetap bertahan menggunakan taktik lama, seperti berdagang secara tradisional di era pandemi, omzet bisnis Anda boleh jadi akan menurun drastis selayaknya yang menimpa perusahaan lain di luar sana. Tentunya Anda tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan? Oleh sebab itu segeralah analisis prospek terbaik untuk bisnis ke depannya; kemudian buat business plan baru.

Business plan ini nantinya akan mencakup cara-cara pemasaran, produksi, pemodalan, hingga rincian pengeluaran perusahaan terbaru selama masa pandemi. Rancangan baru ini pula akan menjadi “peta” bagi bisnis Anda agar tak kehilangan arah saat berjalan nantinya.

2. Menerapkan Strategi All-Online

 
Langkah kedua mempertahankan bisnis market place adalah menerapkan strategi all-online. Aktivitas belanja via online di market place adalah pilihan yang paling diminati masyarakat saat ini. Hal ini disebabkan masih adanya kecemasan di kalangan masyarakat untuk mendatangi toko secara langsung dan mendapati potensi terjangkit virus Corona. Selain itu, berbelanja online di market place adalah cara yang sangat praktis dan dapat dilakukan dari rumah melalui gadget saja.

Jadi maksimalkanlah penjualan melalui sistem online di market place. Pilih salah satu platform market place yang populer digunakan masyarakat sekaligus terpercaya keamanannya. Lalu, buatlah akun dan mulai berjualan. Untuk lebih memaksimalkan pelayanan yang aman ke konsumen, berikan fasilitas transaksi cashless (tanpa uang tunai) menggunakan internet banking, m-banking, atau e-wallet, serta sediakan layanan pengantaran paket tanpa kontak.

3. Menunjukkan Empati ke Masyarakat

 

delivery-order

Seperti yang kita pahami, wabah COVID-19 merupakan suasana duka bagi masyarakat seluruh dunia. Korban jiwa yang berjatuhan setiap hari menimbulkan banyak kecemasan dan ketakutan dalam benak warga. Sehingga ada baiknya untuk Anda selaku pebisnis untuk turut menunjukkan respon berupa empati ke masyarakat.

Beragam bentuk respon bisa Anda berikan untuk membuat pelanggan merasa nyaman, seperti berhati-hati kala berpromosi agar tidak tumbuh kesan memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Membangun komunikasi positif dan bermanfaat dengan konsumen seperti memberikan informasi cara mencegah diri terjangkit COVID-19.

Anda juga bisa berdonasi kepada lembaga medis yang membutuhkan, atau memberikan bonus hand-sanitizer gratis kepada pelanggan untuk pembelian produk tertentu.

Bentuk-bentuk respon ini bisa sekaligus menyuarakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap musibah yang sedang menimpa masyarakat. Selalu yakinkan masyarakat bahwa perusahaan Anda peduli terhadap wabah COVID-19 dan mengupayakan pelayanan berbasis protokol kesehatan. Alhasil, citra perusahaan Anda akan dipandang baik oleh masyarakat.

Artikel Terkait  Optimalkan Kanal Youtube Anda dengan Memahami Cara Kerja Algoritma Youtube 2020

4. Mengkaji Anggaran dan Mencatat Transaksi

 
Strategi keempat sukses berbisnis di masa pandemi ala market place adalah dengan mengkaji anggaran dan mencatat pengeluaran. Cari tahu apakah ada pengeluaran berlebihan yang kini bisa dipangkas. Pastikan semua jenis transaksi perusahaan tercatat dengan baik agar Anda bisa mengetahui kondisi bisnis sendiri.

Untuk memudahkan, Anda bisa membagi catatan pengeluaran berdasarkan kategori seperti pengeluaran biaya operasional, pengeluaran gaji karyawan, pengeluaran sekunder dan bentuk investasi lainnya.

Perlu diingat bahwa di situasi pandemi, pengambilan keputusan terutama finansial harus dilakukan dengan cermat. Pembukuan yang baik juga akan membantu Anda untuk menjaga kestabilitasan cash flow perusahaan. Ketersediaan anggaran nantinya akan menjadi dasar pertimbangan untuk menyusun strategi bisnis ke depannya sekaligus mengevaluasi proses yang telah dilakukan sebelumnya.

5. Menawarkan Produk yang Relevan

 
Pertahankan bisnis Anda dengan menawarkan produk-produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ambil contoh dari dunia bisnis kuliner. Kini, ada banyak bisnis kuliner yang menyajikan makanan beku siap masak alias frozen food di samping menu yang sudah termasak.

Pergeseran produk ini terjadi lantaran masyarakat yang mulai gemar memasak semenjak berada di rumah saja. Sehingga untuk mempertahankan usaha, para pebisnis di bidang kuliner pun menyediakan produk frozen food.

Fenomena pergeseran dan inovasi produk ini tak hanya terjadi di ranah bisnis kuliner saja. Di bidang kecantikan, brand-brand kosmetika mulai mengeluarkan produk hand-sanitizer dalam kemasan cantik plus mudah dibawa kemana-mana. Bisnis fashion melahirkan aneka ragam masker kain yang belakangan wajib dipakai masyarakat saat bepergian. Produk-produk ini tentunya laku keras di pasaran karena menjadi kebutuhan khusus di era pandemi.

Anda bisa mulai melakukan analisis untuk mencari tahu produk apa saja yang sekiranya relevan untuk mulai dijual ke konsumen. Menawarkan paket perlengkapan kesehatan seperti masker dan hand-sanitizer bersama produk best-seller di toko Anda bisa menjadi langkah permulaan yang bagus.

6. Promosi ala New Normal

 

delivery-1

Ubah gaya promosi lama Anda menjadi lebih kekinian atau “ala New Normal”. Promosi dengan gaya New Normal di masa pandemi COVID-19 dilakukan secara online dan lebih menekankan pada penerapan protokol kesehatan. Semisal Anda menawarkan pengantaran touchless (tanpa kontak antar kurir dengan konsumen), pengecekan suhu tubuh dan pembersihan outlet toko, serta pembayaran cashless disertai beragam diskon menarik.

Mengingat penjualan online meningkat tajam di masa pandemi, promosi yang tak boleh dilewatkan adalah gratis ongkos kirim paket ke alamat konsumen. Nyatanya, meski belanja online sedang digemari, kebanyakan konsumen masih merasa enggan membayar ongkos lebih untuk pengiriman paket.

Pemberian gratis ongkir juga bisa diperluas tak hanya untuk layanan ekspedisi saja, melainkan hingga layanan delivery order. Agar tidak merugi, sejumlah market place biasanya menerapkan minimal pembelanjaan tertentu agar bisa mendapatkan fasilitas gratis ongkir. Anda bisa mencoba menerapkan cara yang sama untuk bisnis milik sendiri. Bagaimana, siap untuk mencoba?

Demikianlah pembahasan kali ini terkait strategi mempertahankan bisnis online di masa pandemi COVID-19. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan website? | PT APPKEY
Selain mengembangkan website, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas website Anda, dengan penerapan strategi SEO serta konten pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami