Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan website. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
Flat Desain Dan 10 Tips Untuk Membuat Desain Yang Menarik
Flat desain merupakan istilah yang diberikan pada desain yang tidak memiliki gaya karakter yang membuatnya tampak seolah-olah menyatu dengan latar. Flat desain berarti menghapus gaya karakter bayangan, gradien, tekstur, dan jenis desain lainnya yang dapat membuat elemen terasa tiga demensi. Berikut 10 tips untuk membuat desain menarik akan kami sajikan!
23317
post-template-default,single,single-post,postid-23317,single-format-standard,bridge-core-2.0.7,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-19.4,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive
flat-desain

Flat Desain Dan 10 Tips Untuk Membuat Desain Yang Menarik

Sama halnya dengan trend mode yang selalu berubah-ubah, begitu pula dengan trend desain. Selalu ada pembaharuan disetiap masanya, tetapi tidak menutup kemungkinan juga trend desain yang lama menjadi tenar kembali.

Contoh desain yang tenar kembali yaitu seperti flat desain. Pada masa yang lalu, flat desain digunakan karena program untuk pengolahan gambar belum secanggih sekarang ini untuk membuat suatu efek, tekstur ataupun bentuk yang kompleks.

Pixel display, kapasitas RAM dan speed CPU juga belum sebagus sekarang ini. Maka karena keterbatasan itu, flat design terkenal karena desainnya yang simple, praktis dan tidak rumit.

Bagi orang awam mungkin flat desain belum begitu familiar ditelinga mereka tetapi bagi para illustrator dan UI designer pastinya sudah akrab dengan istilah yang satu ini.

Pengrtian Flat Desain

 

Flat design adalah sebuah desain dengan gaya minimalis yang merupakan desain layout bersih dimana tidak menggunakan unsur kompleks seperti bayangan, bevel, texture, emboss, gaya mengkilap, berfokus pada tipografi, ilustrasi dua dimensi dan penggunaan warna cerah.

Namun ada juga beberapa desain yang tetap menggunakan shadow untuk memberikan kesan pada desain 2D. Sedikitnya penggunaan unsur kompleks pada flat design membuat desain akan terfokus pada konten yang ingin disampaikan.

Awalnya flat design merupakan terapan dari swiss design yang minimalis, rapi, penggunaan grid dan juga berkaitan dengan tipografi yang kemudian mengalami perkembangan hingga saat ini.

Artikel Terkait  UI UX Adalah Wajah Situs | Bagaimana Membuatnya Menarik?

10 Tips Flat Desain

 

Berikut ini merupakan 10 tips untuk membuat desain yang menarik dengan menggunakan gaya flat design yang contohnya akan diilustrasikan oleh freepik.

Tetap Simple

 

tetap-simple
 

Sama seperti namanya, flat design. Desain yang digunakan haruslah simple dan tidak banyak menggunakan unsur yang kompleks seperti efek glowing, texture, bevel, gradient ataupun shadowing.

Sangat simple dan seminimalis mungkin perwujudannya tanpa menghilangkan makna. Jika menyajikan elemen dekoratif yang tidak fungsional maka itu akan mengganggu focus bagi orang yang melihat desain tersebut.

Desain 2D

 

Salah satu syarat dari sebuah flat design, yaitu tidak bertekstur. Flat desain biasanya memang hanya menampilkan 2D daripada 3D yang menyerupai objek nyatanya. Objek yang digunakanpun biasanya sangat sederhana dan disesuaikan dengan desain yang diinginkan.

Tidak Menganut Tipe Desain Skeuomorphism

 

Skeuomorphism
 

Desain dengan style atau tipe skeuomorphism adalah desain yang dibuat menyerupai objek nyatanya (3D), untuk memudahkan masyarakat mengerti maksud yang ingin disampaikan.

Ikon atau objek yang menganut skeuomorphism akan dibuat senyata mungkin, jadi orang akan lebih cepat mengerti apa yang dimaksud dikarena kemiripan ikon atau objek yang digambarkan mirip dengan aslinya dan tampak lebih hidup. Flat design yang berupa  2D dan terkesan datar sangat bertentangan dengan skeuomorphism berupa 3D yang memiliki volume dan timbul.

Artikel Terkait  Mockup adalah: Membuat Mockup Design untuk Website

Warna

 

warna
 

Flat design color biasanya memilih warna yang cerah dan juga berani. Flat design biasanya menggunakan warna dasar yang dikembangkan menjadi pilihan warna lainnya.

Adanya hal ini memungkinkan untuk melakukan pemilihan warna diberbagai tema dan bisa mencocokkan dengan saturasi dan juga tone yang ingin dipilih pada tema desain tersebut. Anda juga bisa membuat customize palettes untuk mendapatkan warna yang Anda inginkan.

Bayangan Panjang (Long Shadow)

 

bayangan-panjangg
 

Desain yang menggunakan style flat design lebih mengutamakan kepada minimalisan dan kesan elegan. Tidak menggunakan banyak efek pada desainnya merupakan salah satu pengaplikasian unsur keminimalisannya.

Tetapi untuk mendukung kesan elegan pada desain, ada salah satu efek yang masih digunakan, yaitu efek bayangan panjang. Biasanya sudut 45 derajat merupakan sudut yang sering dipakai untuk sudut bayangan yang dibuat.

Ukuran bayangan biasa dibuat sekitar dua kali lebih panjang dari objek aslinya. Hal ini seperti menciptakan efek 3D namun tetap menjaga kesan datar (2D) dari flat design ini.

Pemilihan Font

 

Pemilihan-Fontt
 

Flat design character erat kaitannya dengan tipografi. Tipografi atau pemilihan dan penataan huruf (font) dengan persebaran tertentu untuk menciptakan kesan atau kenyamanan dalam membaca.

Tipografi juga berperan penting pada flat design. Tipografi yang digunakan biasanya dipilih bentuknya yang sederhana dan mudah dibaca.

Jika Anda menggunakan adobe, maka Anda bisa menggunakan fitur  adobe typekit untuk mencari berbagai font yang ingin Anda gunakan sesuai dengan tema desain Anda.  Sebagian besar desain dengan gaya flat lebih banyak menggunakan huruf besar dan warna kontras, sehingga membuat teks lebih mudah terbaca.

Font yang paling umum digunakan pada flat design adalah font sans-serif. Pemilihan font yang salah bisa mempengaruhi tampilan dari sebuah desain dan membuatnya menjadi kurang menarik.

Tata Letak (layout)

 

Tata letak yang digunakan pada flat design mengandung unsur white space atau yang biasa disebut dengan ruang kosong. Penerapan white space artinya mengurangi penggunaan elemen dekoratif yang tidak terlalu dibutuhkan tetapi tidak menghilangkan makna yang ingin disampaikan.

Penggunaan white space ini juga sangat berhubungan dengan desain yang clean atau gaya penerapan style bersih dan to the point.

Grid

 

Gridd
 

Grid merupakan salah satu tool yang sangat terkait dengan swiss style untuk kesan rapi sama seperti flat desain.

Maka dari itu saat pembuatan draft desain, para designer akan menggunakan grid untuk menyusun materi dan mengatur peletakkan objek yang akan disampaikan pada sebuah poster maupun design.

Penggunaan grid ini ditujukan agar hasilnya terstruktur dan seimbang. Dibawah ini merupakan contoh penggunaan grid yang dikutip dari smashingmagazine.

Artikel Terkait  Proxy Server Adalah Komputer Server | Bagaimana Cara Kerjanya?

Gaya yang Bersih (Clean)

 

gaya-yang-bersih
 

Flat design juga mengadopsi swiss style yang bersih, rapi serta bebas dari ornamen yang tidak penting. Dikarenakan hanya berfokus pada hal yang dianggap penting.

Pada desain ini hanya menggunakan ornamen-ornamen yang sederhana untuk menekankan keminimalisan desain.

Cepat di Pahami

 

Ilustrasi yang sederhana akan lebih mudah dipahami daripada ilustrasi yang sangat mendetail. Hal ini dikarenakan flat desain memang dibuat untuk memfokuskan pada konten tanpa terganggu oleh elemen dekoratif ataupun efek lainnya yang memang tidak memiliki arti baik pada website, poster ataupun aplikasi.

Flat design juga diterapkan oleh UI designer dalam mendesain sebuah aplikasi maupun website. Desain yang dibuat menerapkan tampilan sederhana, bersih serta modern.

Hal ini juga mempercepat proses pemuatan (loading), karena pemilihan warna yang flat dan juga tidak diikuti oleh efek yang kompleks sehingga CSS yang dibuat akan lebih simple dan ringan.

Selain itu, elemen yang digunakan menekankan pada kesederhanaan, maka interface akan lebih responsif dan juga lebih cepat. Dengan menggunakan flat design ini, juga sangat membantu saat membuka website dengan berbagai media.

Biasanya design yang menggunakan efek seperti drop shadow, bevel ataupun gradient tidak akan terlihat sangat detail saat menggunakan media yang memiliki area pandang yang lebih kecil, misalnya handphone.

Tetapi jika designer memilih untuk menggunakan flat design pada website mereka maka hasil yang ditampilkan baik via komputer maupun handphone akan sama dan tidak akan mengurangi unsur desain yang telah dibuat sebelumnya.

Selain itu, pemilihan flat design juga memungkinkan viewer lebih fokus pada konten yang ingin disampaikan dan tidak terganggu dengan adanya efek visual yang tidak berkaitan dengan konten.

Nah dengan penjelasan yang telah dijelaskan mengenai flat design dan juga 10 tips pembuatannya, sekarang giliran Anda untuk mengaplikasikan flat design pada desain Anda.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan website? | PT APPKEY
Selain mengembangkan website, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas website Anda, dengan penerapan strategi SEO serta konten pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: