Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Aplikasi Cross-platform Blockchain: Inilah Cara Kerja dan Manfaatnya dalam Berbagai...

Blockchain: Inilah Cara Kerja dan Manfaatnya dalam Berbagai Bidang

-

Pada artikel yang sebelumnya, kami sempat mengulas mengenai Internet of Things dan Artificial Intelligence, dua teknologi digital generasi terbaru di era revolusi industri 4.0.

Sekarang, kami akan mencoba untuk mengulas kembali tentang salah satu teknologi digital generasi terbaru lainnya yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan pada akhir-akhir ini.

Karena, mulai banyak dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan raksasa di dunia, semacam Microsoft Azure dan Alibaba. Teknologi digital generasi terbaru yang akan kami ulas tersebut, yaitu Blockchain.

Ada alasan-alasan mengapa kami mengangkat topik mengenai Blockchain.

Pertama, tentu saja tidak bisa lepas dari situasi pandemi yang tengah terjadi di seluruh negara di dunia. Entah mengapa pagebluk, justru malah mempercepat laju akselerasi penerapan teknologi digital generasi terbaru (khususnya, Blockchain) dalam berbagai bidang kehidupan.

Kedua, tak lengkap rasanya, jika kita tidak membahas teknologi aplikasi Blockchain. Karena, melihat kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, begitu jelas bahwa teknologi Blockchain ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia pada masa kini dan masa depan.

Nah, itulah alasan-alasan mengapa kami mengangkat topik teknologi digital generasi terbaru Blockchain. Kami akan membahas tentang cara kerja dan pemanfaatan Blockchain dalam berbagai bidang. Namun, sebelum melangkah ke pembahasan yang lebih jauh. Sebagai opening. Maka, kami awali pembahasan mengenai awal perkembangan Blockchain dan definisi dari Blockchain.

Awal Perkembangan Blockchain

blockchain-1

Teknologi “cerdas” Blockchain ditemukan oleh seorang yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Pada saat itu, ia menemukan teknologi Blockchain yang digunakan untuk basis pencatatan data transaksi digital yang dilakukan dengan Bitcoin.

Dikutip dari makalah milik Satoshi Nakamoto, kata Blockchain awalnya ditulis terpisah, yaitu “Block” dan “Chain”. Namun, akhirnya dua kata yang terpisah itu disatukan dan menjadi satu kata “Blockchain” pada 2016. Hal itu pun menjadi pertAnda bahwa telah munculnya Blockchain generasi kedua atau Blockchain 2.0 di dunia.

Sejak pertama kali digunakan sebagai sistem yang bergerak di belakang Bitcoin, Cryptocurrency, atau transaksi mata uang digital. Seiring berjalannya waktu, Blockchain menjadi sistem pencatatan data transaksi digital yang populer di dunia.

Bahkan, sekarang ini, Blockchain mulai banyak dimanfaatkan secara luas dalam berbagai bidang industri. Hal ini menunjukkan bahwa Blockchain, bukanlah teknologi yang konsepnya hanya digunakan untuk menjalankan Cryptocurrency.

Blockchain memiliki resource besar yang akan selalu berkembang dan terus-menerus dikembangkan secara open source oleh para developernya di seluruh dunia.

Meski, Blockchain memang teknologi yang mengusung konsep open source yang bersifat terbuka dan bebas dikembangkan oleh siapa saja. Namun, terkesan ironis. Sebab, Satoshi Nakamoto, sepertinya sudah tidak terlibat lagi dalam setiap proyek pengembangan Blockchain.

Artikel Terkait  10 Tren Pengembangan Aplikasi Seluler Teratas pada tahun 2021

Definisi

Ada berbagai penjelasan definitif tentang Blockchain. Dan, berbagai penjelasan definitif tersebut,  antara satu dengan yang lainnya tidak saling menganulir. Tetapi, untuk saling melengkapi agar dapat memberikan gambaran yang utuh atau sejelas-jelasnya mengenai Blockchain.

Yuk, simak definisi dari Blockchain berikut ini!

  1. Secara umum, definisi Blockchain adalah buku besar digital publik, dimana seluruh data transaksi dicatat secara otomatis, kronologis, dan didistribusikan ke publik serta seluruh data transaksi tersebut diamankan oleh teknik kripto dengan membentuk blok dan sandi agar bisa memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi itu aman, otentik dan valid.
  2. Definisi Blockchain yang lebih mengacu pada konteks Bitcoin, Blockchain adalah basis data yang terdesentralisasi (basis data yang tidak terpusat dan tidak dimiliki oleh siapa-siapa). Basis data ini dapat melakukan transaksi digital peer to peer, dari pengirim ke penerimanya langsung, tanpa perlu melibatkan server pihak ketiga yang mengatur dan mengendalikan.

Seluruh data transaksi di dalam blok, direcord otomatis pada buku besar digital dan terdistribusi atau diumumkan kepada publik (komunitas), sehingga setiap transaksi di dimonitor secara konsensus oleh sekumpulan jaringan komputer.

Dalam artian, konsensus ini adalah proses transaksi (node) yang dimonitor dan divalidasi oleh seluruh anggota komunitas secara kolektif, apakah benar terjadi atau tidak proses transaksi tersebut.

Apabila, transaksi benar-benar terjadi, nodes dicatat kemudian membentuk jaringan blok baru yang diikat atau dirantai dengan blok-blok yang lain yang sudah ada sebelumnya. Dan, serangkaian blok yang dirantai itu disebut dengan nama Blockchain.

Tentu, sekarang Anda mulai memahami apa itu blockchain atau mungkin Anda sudah mempunyai definisi sendiri mengenai Blockchain.

Cara Kerja

blockchain-2

Sistem Blockchain bekerja layaknya sebuah database. Lebih jelasnya lagi, seperti shared database atau database terdistribusi online.

Blockchain bekerja, ketika ada salah satu pengguna mulai menyimpan data baru ke dalam blok yang tujuannya untuk melakukan transfer data baru tersebut secara langsung ke pengguna lain secara privasi tanpa dijembatani oleh pihak ketiga.

Untuk membuka proses transaksi atau transfer data. Maka, pengguna yang menyimpan dan mengirimkan data baru akan memberikan kunci kriptografi kepada pengguna lain agar dapat mengakses blok dan melakukan transaksi dengan aman di dalam blok.

Blok yang di dalamnya berisi data baru mengenai riwayat transaksi. Kemudian, diverifikasi bersama-sama/kolektif oleh server-server lain yang terhubung dalam jaringan Blockchain secara real-time. Verifikasi ini untuk memastikan bahwa proses transaksi adalah valid.

Verifikasi blok tidak menggunakan sistem sentaralisasi yang dikendalikan oleh satu server pusat sebagai entitas tunggal. Namun, dengan sistem desentralisasi yang diverikasi oleh ratusan server komputer yang tersambung dan tersebar luas di dalam jaringan Blockchain.

Setelah diverifikasi, lalu blok diberi hash (kode unik transaksi digital). Kemudian, blok ditambahkan ke Blockchain, tersambung dengan blok-blok yang lain dan tersimpan di internet dengan kode unik/hash masing-masing. Pemberian hash pada blok dimaksudkan agar blok mudah diakses atau dibaca secara umum oleh siapapun di internet.

Meski, data di dalam blockchain bisa dengan mudah diakses atau dibaca oleh siapapun. Tetapi, datanya itu tidak bisa diubah atau dimanipulasi begitu saja, karena data telah disimpan secara permanen. Data dalam blok hanya bisa ditambahkan dan dibaca saja (read only).

Hal ini karena berkat kerja dari para miner (penambang) yang melakukan perhitungan algoritma yang akurat, di saat penciptaan blok baru untuk ditempelkan pada jaringan Blockchain. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Blockchain ini mempunyai sistem keamanan yang sangat baik yang dapat mengamankan data transaksi yang tercatat di dalam blok agar menjadi sukar dihacking atau dirusak.

Oke,  kita melangkah ke pembahasan selanjutnya tentang manfaat penerapan blockchain dalam bidang web development dan Food and Beverage.

Manfaat

Penerapan teknologi Blockchain di Indonesia, dipastikan akan banyak memberikan manfaat, tidak hanya sekadar pada sistem uang crypt (bitcoin) saja.  Tetapi, Blockchain dapat diimplementasikan juga pada berbagai bidang yang lain yang terkait dengan kehidupan manusia.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas contoh pemanfaatan Blockchain pada web development dan agro-bisnis, berdasarkan sifat-sifat yang dimilikinya, yaitu aman dan transparan.

Web Development

Teknologi Blockchain dapat dimanfaatkan untuk pembuatan web desentralistik (decentralized web).

Web desentralistik dapat disebut juga web 3.0. Web desentralistik merupakan web yang terbarukan yang didesain dengan menggunakan teknologi Blockchain dan IPFS (Interplanetary File System). Dalam hal ini, Blockchain sebagai protokol lalu-lalang data. Sedangkan, IPFS sebagai protokol untuk penyimpanan data. Namun, keduanya ini sama-sama bersifat peer to peer.

Dengan dua teknologi yang dipadu-padankan ini, website menjadi web desentralistik yang memiliki sistem keamanan data yang mumpuni.  Tak perlu merasa khawatir data yang tersimpan akan hilang, dihapus, atau diubah oleh peretas.  Karena, semua data website disimpan tidak hanya terpusat pada satu server pengendali.

Tetapi, data tersimpan atau terdistribusi luas secara peer to peer di banyak server/komputer dalam jaringan Blockchain. Setiap server dalam jaringan mempunyai data yang sama. Jika, ada salah satu server mengalami gangguan, server yang lain yang berada dalam jaringan akan merekonsiliasi. Dengan demikian, website akan mudah diakses dan tidak mudah diblokir.

Web desentralistik ini sangatlah cocok bagi para jurnalis, aktivis, politisi, dan entrepreneur agar websitenya aman; tidak dihacking atau bahkan diblokir.

Artikel Terkait  Cara Bikin Aplikasi Online Shop | Aplikasi Toko Online

Food and Beverage (Bisnis Kopi)

Ketika suatu cafe tertentu ingin memberikan informasi yang detil kepada para konsumen atau penikmat kopi perihal asal-usul produk kopi olahannya, mulai dari kelompok tani, lokasi perkebunan, jenis kopi, dll.

Nah, disinilah pengusaha cafe perlu mengusung teknologi Blockchain untuk mendata secara digital mengenai informasi produk kopi yang ditawarkannya itu.

Informasi mengenai produk kopi tersebut dapat diakses sendiri oleh para penikmat kopi melalui aplikasi berupa QR Code yang terpasang di gelas-gelas kopi yang sedang mereka minum.

Jadi, saat para pelanggan sedang asyik menyeruput kopi, mereka pun dapat memperoleh pengetahuan tentang mata rantai proses pengolahan industri kopi.

Mereka dapat mengetahui secara pasti, jenis kopi yang sedang diminum, lokasi perkebunan, hingga kelompok tani (Poktan) yang terlibat di dalam proses pemetikkannya.

Dengan demikian, para konsumen menyadari bahwa secangkir kopi yang mereka beli itu bukan kopi yang sembarangan, ternyata memiliki story yang panjang dan tentu bisa memberi kepuasan tersendiri dan rasa yang berbeda bagi penikmat kopi.

Hal ini tentu berkat blockchain, sebuah teknologi yang dapat menyimpan catatan informasi digital yang akurat, aman, dan transparan mengenai produk kopi dan mata rantai perjalanan kopi, mulai dari proses pemetikan hingga peracikan.

Artikel Terkait  Macam-Macam Software dan Fungsinya | Yang Nomor 4 Bakal Bikin Kamu Terkejut!

Kesimpulan

Seperti yang sudah dijelaskan tadi di atas, cara kerja Blockchain menggunakan sistem terdesentralisasi. Tentunya, sistem ini dapat memberikan efisiensi, karena proses pertukaran atau transaksi data bisa dilakukan dari pengirim ke penerima data secara langsung, tanpa adanya campur tangan dari third party, seperti Bank atau Server Pusat.

Data transaksi digital dalam sistem komputer yang terkoneksi dengan jaringan Blockchain dicatat dan divalidasi secara otomatis oleh server-server lain di dalam buku besar (Lodge Book). Sehingga, penggunaan teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat, seperti kemudahan, keamanan, dan transparansi yang dapat diterapkan di setiap bidang.

Teknologi Blockchain dan teknologi digital generasi terbaru lainnya, diharapkan segera diterapkan secara luas di Indonesia. Karena, inti dari teknologi digital generasi terbaru ini adalah menawarkan kemudahan yang jauh lebih banyak daripada teknologi-teknologi yang konvensional yang sudah ada sebelumnya.

Kemudahan-kemudahan itu, antara lain dalam hal cara berkomunikasi dan bertransaksi antara manusia satu dengan yang lainnya untuk sekarang dan nanti di masa depan.

Nah, seperti itulah penjelasan artikel kali ini. Semoga penjelasannya dapat dipahami, mudah dicerna, dan dapat bermanfaat.


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Cara Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya