Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan website. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
Mau Jadi Front-end Developer? Kamu Perlu Menguasai 10 Skill Berikut Ini!
Untuk menjadi seorang front end developer yang handal, tidak cukup mengandalkan kemampuan dalam pengembangan website semata, karena front end adalah bagian dari sebuah website yang berhubungan langsung dengan pengunjungnya, sehingga harus dibuat sebaik mungkin. Oleh karena itu, selain kemampuan programming, berikut ini 10 kemampuan yang harus dikuasi oleh pengembang web ujung depan.
23243
post-template-default,single,single-post,postid-23243,single-format-standard,bridge-core-2.0.7,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-19.4,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive
thumbnail-front-end-development

Mau Jadi Front-end Developer? Kamu Perlu Menguasai 10 Skill Berikut Ini!

Secara umum untuk membuat sebuah website impian Anda menjadi nyata, Anda hanya perlu datang ke web developer dan menyampaikan tentang apa yang anda inginkan. Tapi tahukah Anda? Sebenarnya ada beberapa posisi yang berperan dalam mewujudkan website impian Anda. Posisi tersebut adalah UI/UX designer yang bertugas untuk mendesain layout serta fitur-fitur yang berkaitan dengan tampilan dan lebih cenderung ke bagian estetika dari suatu website.

Sama halnya seperti seorang arsitek yang mendesain sebuah bangunan. Namun posisi sebagai UI/UX designer tidak berkutat dengan coding tetapi tetap saja untuk seorang UI/UX designer harus memahami cara kerja dari HTML, CSS, dan JavaScript sehingga tidak asal-asalan dalam mendesain website.

Setelah UI/UX designer menyelesaikan proyek desainnya, langkah selanjutnya akan dilanjutkan oleh front-end developer.

Siapa sih Front End Developer itu?

 

 

Artikel Terkait  Jasa Pembuatan Website Responsive Desain Profesional

Jika kita mengandaikan UI/UX designer sebagai arsiteknya, maka front end developer akan menjadi engineer yang mewujudkan design tersebut menjadi nyata. Front end developer akan menggunakan gambaran UI/UX designer sebagai pedoman untuk membuat website.

Front end developer adalah seorang pengembang website yang berfokus dalam menghasilkan tampilan website yang menarik serta interaktif dengan menggunakan coding-coding pada HTML, CSS, dan JavaScript. Ada front maka akan ada juga back, jadi posisi yang terakhir yaitu back-end developer.

Back-end developer bertugas untuk membuat template untuk setiap jenis bagian atau halaman dengan menggunakan coding untuk HTML, CSS, dan JavaScript. Jadi jika setiap footer atau headernya sama, maka developer tidak perlu lagi membuat footer dan headernya satu persatu ditiap halaman atau saat pembuatan halaman baru karena sudah dibuatkan template.

Back-end juga bertanggung jawab agar server mengirimkan dokumen saat dibutuhkan, berurusan dengan database dan content management dan juga memastikan seluruh keamanan website. Namun dari ke 3 posisi tadi, saat ini kita hanya akan berfokus pada posisi front-end developer.

Setelah mengetahui apa itu front-end developer, maka akan mudah bagi anda mengetahui ruang lingkup kerja dari seorang front-end developer. Selain mewujudkan design yang telah diberikan ke dalam website, seorang front-end developer juga harus memastikan bahwa fitur yang dibuat berfungsi secara baik bukan hanya sebagai pajangan belaka yang mempercantik tampilan website.

Skill Dasar Seorang Front End Developer

 

Untuk bisa menjadi seorang front end developer, ada 10 skill dasar dan juga front-end development tools yang harus dikuasai terlebih dahulu yaitu :

1. JavaScript/jQuery

 

Jika hanya ingin membuat website dasar, sudah cukup hanya dengan HTML dan CSS. Namun JavaScript juga merupakan salah satu tool andalan bagi para front-end developer. JavaScript memungkinkan Anda menambahkan lebih banyak fungsionalitas kesitus web Anda dan membuatnya menjadi lebih interaktif.

Seperti dengan menambahkan peta yang diperbarui secara real time, film interaktif, game online, audio, video maupun animasi. Dalam JavaScript, Anda dapat menemukan library untuk berbagai macam plugin dan extension yang disebut dengan jQuery.

Penggunaan JavaScript akan menjadi lebih cepat dan mudah dengan menggunakan jQuery. Pada jQuery, common task hanya perlu ditulis dengan satu baris kode berbeda dengan JavaScript yang harus ditulis dalam baris kode.

2. Framework CSS

 

 

Ini juga bagian dari CSS tapi selalu berhubungan dengan hal-hal lain terkait dengan pembuatan website. Framework jenisnya ada banyak seperti framework php, JavaScript dan CSS. Framework CSS bertugas untuk membuat tampilan layout yang rapi, sesuai standar yang sudah ditentukan sesuai dengan temannya dan menampilkan web secara sempurna di setiap device.

Contohnya seperti menggunakan Bootstrap yang merupakan salah satu framework CSS yang populer. Framework CSS ini juga penggunaannya dapat dikombinasikan dengan JavaScript, tergantung kebutuhan website.

3. HTML/CSS

 

HTML (Hyper Text Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets), keduanya merupakan hal yang sangat dasar dan saling melengkapi sama lain yang diperlukan saat melakukan pengkodean untuk web. Tanpa dua hal ini, Anda tidak dapat membuat desain situs web dan yang akan Anda dapatkan hanyalah teks polos yang tidak diformat dilayar.

Anda bahkan tidak dapat menambahkan gambar ke halaman tanpa HTML. HTML terdiri dari Markup dan HyperText. HyperText adalah metode khusus yang membuat Anda dapat bergerak di web dengan mengklik hyperlink untuk membuka halaman berikutnya.

Markup adalah tag dari HTML seperti tag penutup dan pembuka dengan teks di dalamnya yang dapat memformat teks, gambar, menempatkan hyperlink dan lainnya. HTML adalah hal dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah website.

Sedangkan CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk mempresentasikan hasil file dari HTML. CSS bertugas untuk membuat tampilan menjadi menarik di mata user. Contohnya seperti pengaturan layout, font, warna dan ukuran tulisan, header, footer dan semua style yang akan ditampilkan pada website.

4. Version Control/Git

 

Salah satu contoh dari version control adalah Git. Tool ini digunakan untuk melacak perubahan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga anda bisa kembali ke versi yang sebelumnya dan menemukan apa yang apa yang salah dan Anda rubah tanpa merusaknya.

Misalnya saat melakukan perubahan pada CSS, HTML ataupun JavaScript, jika ada yang salah dan Anda tidak ingin mengulang dari awal maka dapat menggunakan tool ini.

5. Preprocessor CSS

 

Tool ini memungkinkan untuk mempercepat pengkodean CSS. Dengan menggunakan preprocessor anda bisa menulis ataupun mengubah kode menjadi lebih simpel. Nantinya preprocessor CSS akan mengubah kode dalam bentuk CSS dan akan berfungsi pada website Anda.

Artikel Terkait  Jasa Pembuatan Website Investasi Profesional & Berkualitas

6. Responsive Design

 

Pada beberapa waktu lalu, umumnya website hanya dibuka melalui PC, namun sekarang ini website sudah bisa dibuka di berbagai media seperti, handphone dan tablet dan tentunya masing-masing ukurannya akan berbeda. Nah, hal ini juga harus disesuaikan pada saat memprogram sebuah website agar bisa dibuka dimana saja dan ukurannya akan langsung menyesuaikan.

Hal ini bisa diatur melalui responsive design. Seorang front-end developer harus memahami prinsip-prinsip dari responsive design sebelum mengimplementasikannya saat melakukan coding.

7. Testing/Debugging

 

Ini merupakan skill yang penting bagi seorang front-end developer. Ada beberapa cara untuk melakukan testing web development, seperti functional dan unit testing.

Functional testing akan melihat fungsi dari bagian-bagian tertentu apakah sudah berjalan sesuai dengan perintah yang diberikan atau belum. Sedangkan unit testing merupakan cara menguji unit paling kecil dalam sebuah kode, seperti unit yang hanya berfungsi pada 1 operasi saja.

8. Browser Developer Tools

 

Visitor akan mengunjungi website anda melalui web browser. Bagaimana cara browser membaca kode yang anda buat akan berpengaruh terhadap keberhasilan website. Umumnya tool ini terdiri dari inspector dan console JavaScript.

9. Building dan Automation Tools/Web Performance

 

Performa web juga merupakan hal yang penting. Performa web merupakan waktu yang diperlukan sebuah web saat loading. Anda dapat mengoptimalisasikan gambar dan meminimalisir CSS dan JavaScriptnya jika  loading websitenya lambat.

Artikel Terkait  Mengapa Supply Chain Management itu Penting untuk Bisnis? 

10. Command Line

 

Tidak semua tool maupun app front-end developer menggunakan GUI untuk mempercantik tampilan. Namun GUI juga memiliki batasan, maka dari itu anda tetap perlu untuk menuliskan command line untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki GUI pada website Anda.

Kesimpulan

 

Dengan menguasai 10 skill diatas, anda akan bisa menjadi seorang front-end developer yang handal. Didukung dengan beberapa referensi dan pengalaman dalam pembuatan website juga akan membantu karir anda sebagai seorang front-end developer.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan website? | PT APPKEY
Selain mengembangkan website, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas website Anda, dengan penerapan strategi SEO serta konten pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: