Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Website Laravel Jago Membuat Auth Laravel: Tutorial Terlengkap | Seri Belajar...

Jago Membuat Auth Laravel: Tutorial Terlengkap | Seri Belajar Laravel

-

Selamat datang kembali di seri belajar Laravel bersama Appkey! Kali ini, kita akan membahas Laravel auth 7 tutorial. Tentunya selama belajar Laravel, Anda sudah pernah mendengar istilah Laravel auth, bukan?

Atau ini pertama kalinya Anda mendengar nama Laravel auth? Tidak apa, karena artikel edisi kali ini akan membahas lengkap seputar Laravel auth 7 tutorial.

Yuk segera siapkan peralatan ngoding Anda segera supaya bisa menyimak sekaligus langsung mencoba praktek Laravel auth 7 tutorial. Selamat membaca!

Laravel Auth Adalah Salah Satu Fitur Penting Laravel

Sebelum memulai, sudahkah Anda tahu apa itu Laravel auth? Laravel adalah framework dengan banyak fitur dan elemen penting di dalamnya. Laravel auth adalah salah satunya.

Laravel auth adalah fitur esensial yang pasti ada di setiap aplikasi dan website yang dibuat memakai framework Laravel. Auth amat penting sebab memungkinkan user untuk melakukan verifikasi email, login akun, reset password dan lain sebagainya pada website maupun aplikasi.

Oleh sebab itu, Laravel auth adalah elemen penting yang harus Anda pahami dan ketahui cara membuatnya.

Ada pula yang mendefinisikan Laravel auth (authentication) sebagai elemen security/perlindungan untuk melindungi halaman-halaman dan bagian penting dari sebuah web atau aplikasi.

Dengan adanya Laravel auth, maka hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengakses halaman penting tersebut. Orang-orang tersebut biasanya dikenal sebagai admin dan sudah mempunyai hak authentication khusus.

Berkat fungsi utamanya tersebut, Laravel auth sering kali digunakan pada fitur-fitur administrator website atau aplikasi. Sistem authentication juga bisa diaplikasikan pada software yang mempunyai menu user (pengguna) yang bisa registrasi dan login ke akun masing-masing, semisal pada aplikasi dan website e-commerce.

Membuat fungsi auth pada Laravel ini sangat mudah, sebab framework Laravel menyediakan fitur-fitur pembuatan auth siap pakai. Anda tidak perlu lagi repot melakukan instalasi modul khusus untuk membuat auth.

Cukup akses file konfigurasi otentikasi auth.php di bagian config pada Laravel, kemudian Anda bisa melakukan coding konfigurasi untuk membuat menu auth. Untuk membuat auth di Laravel, Anda bisa memakai php artisan auth dengan kode $ php artisan make:auth.

Step by Step Membuat Auth di Laravel

laravel-auth-1

Tibalah kita pada tutorial step by step membuat auth di Laravel. Tutorial kali ini akan menggunakan Laravel 7, jadi pastikan bahwa perangkat PC Anda untuk ngoding sudah terinstal dengan PHP minimal versi 7.2. Selain itu, pastikan Anda sudah punya software pendukung lain yakni:

  • Editor text, seperti Visual Studio Code.
  • Web server pendukung, semisal Nginx, XAMPP dan seterusnya.

Juga sebelum memulai, Anda perlu ingat untuk berhati-hati dalam menjalankan project ini, sebab Laravel bisa secara otomatis membuat sejumlah file bernama sama dengan file project Anda sebelumnya. Namun Anda tidak perlu cemas, sebab jika hal ini terjadi, maka Laravel akan memberikan notifikasi berupa box ‘warning’.

Tetapi, jika Anda mengklik ‘y’ atau ‘yes’ pada warning, maka Laravel menganggap Anda setuju untuk me-replace (mengganti) project lama dengan project baru bernama sama. Alhasil, isi file akan terganti otomatis dan Anda kehilangan project lama Anda. Untuk mengatasinya, tempuh cara-cara ini:

  1. Anda bisa menginstalasi fitur auth ke project Laravel yang sudah ada untuk mempermudah. Biasanya pun, orang-orang melakukan cara ini untuk melengkapi software yang sedang digarap. Mula-mula, input php artisan ke sistem: $ php artisan make:auth.
  2. Hasilnya, Laravel membuat file layout/app.blade.php.
  3. Notifikasi warning muncul jika sudah ada file yang sama: The [layout/app.blade.php] view already exists. Do you want to replace it? (yes/no)
  4. Copy paste isi > klik ‘yes’.
  5. Tunggu sejenak, Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa instalasi sudah selesai: Authentication scaffolding generated successfully.

Baik, apakah Anda sudah siap untuk menyimak cara membuat auth pada Laravel? Yuk kita mulai step by stepnya:

Artikel Terkait  Jasa Pembuatan Website Ecommerce Profesional dan Terpercaya

Cek Instalasi Composer

Kami asumsikan Anda sudah menginstal composer. Namun Anda tetap perlu untuk mengecek instalasi composer, caranya:

  1. Buka command line / terminal.
  2. Input ‘composer’ > enter.
  3. Apabila instalasi berhasil, Anda akan menemukan notifikasi:

C:\users\Hp>composer

COMPOSER

Composer version 1.9.2 2020-11-20 13:03:10

Instal Laravel 7

Selanjutnya, instal Laravel 7 via composer, caranya:

  1. Buka command line > composer.
  2. Input coding:

Composer create-project –prefer-dist laravel/laravel:^7.0 laravel_auth

  1. Cukup tunggu sampai instalasi selesai secara otomatis.

Jalankan Laravel dan Siapkan Database

Tahap ketiga pasca instalasi Laravel selesai, kini Anda bisa mencoba menjalankan Laravel. Caranya:

  1. Aktifkan web server > buka command line > masuk ke ‘direktori project’.
  2. Jalankan terminal > input coding:
    cd laravel_auth // then php artisan serve
  3. Kalau Anda memakai terminal Visual Studio Code, input coding:

D:\Disk\www\ujicoba_laravel7\laravel_auth>php artisan serve

Laravel development server started: http:///127.0.0.1:8000

  1. Copy link URL (http:///127.0.0.1:8000) > buka browser > input ke kolom URL > enter.
  2. Nantinya Anda akan melihat halaman Laravel yang sudah berjalan.

Selanjutnya disambung dengan menyiapkan database atau schema table users yang bisa Anda gunakan untuk pengolahan data. Di sini Anda bisa menerapkan pengaturan di file .env untuk mempermudah. Berikut caranya:

  1. Cari file user.php > migration > cari file schema yang diakhiri dengan table.php. Contohnya:

2020_11_20_000000_create_users_table.php ; 2020_11_20_000000_create_password_resets_table.php ; 2020_11_20_000000_create_failed_jobs_table.php.

  1. Anda tinggal menggunakan file-file tersebut sebagai database memakai tools database apa saja.
  2. Buka file .env > cari code: DB_DATABASE=laravel
  3. Ubah codingnya: DB_DATABASE=laravel7_auth
  4. Database sudah siap digunakan.

Siapkan Table

Di sini, kita akan melakukan migration table users yang sudah ada. Caranya:

  1. Matikan php artisan server > tunggu sejenak > nyalakan / jalankan kembali.
  2. Buka terminal > input: php artisan migrate.
  3. Tunggu sejenak hingga proses selesai. Jika sudah Anda akan mendapatkan notifikasi berupa: Migration table created successfully.

Buat Route untuk Login, Logout dan Register

Lanjutkan dengan membuat route untuk perintah register, login dan logout. Caranya:

  1. Buka direktori routes/web.php > buka file php.
  2. Input code:
    <?phpuse Illuminate\Support\Facades\Route;Route::get('/', 'AuthController@showFormLogin')->name('login');Route::get('login', 'AuthController@showFormLogin')->name('login');Route::post('login', 'AuthController@login');Route::get('register', 'AuthController@showFormRegister')->name('register');Route::post('register', 'AuthController@register');Route::group(['middleware' => 'auth'], function () {Route::get('home', 'HomeController@index')->name('home');Route::get('logout', 'AuthController@logout')->name('logout');
    });
  3. Jalankan coding di atas.
  4. Anda akan menemukan view masing-masing untuk register (form dan proses) serta login (form dan proses).
  5. Untuk mengakses menu logout dan home > cukup tambahkan middleware.

Artikel Terkait  Daftar Domain: Harga dan Syarat Pendaftarannya

Buat Controller untuk Auth

Tugas Anda masih berlanjut. Kini, waktunya untuk  membuat controller bagi authentication. Caranya:

  1. Buka terminal > input php artisan make:controller AuthController.
  2. Buka direktori app/Http/Controllers.
  3. Buka file AuthController.php. Input kode:
    <?php
    namespace App\Http\Controllers;
    use Illuminate\Http\Request;
    use Illuminate\Support\Facades\Auth;
    use Validator;
    use Hash;
    use Session;
    use App\User;
    class AuthController extends Controller
    {
    public function showFormLogin()
    {
    if (Auth::check()) { // true
    //Login Success
    return redirect()->route('home');
    }
    return view('login');
    }
    public function login(Request $request)
    {
    $rules = [
    'email'                 => 'required|email',
    'password'              => 'required|string'
    ];$messages = [
    'email.required'        => 'Email wajib diisi',
    'email.email'           => 'Email tidak valid',
    'password.required'     => 'Password wajib diisi',
    'password.string'       => 'Password harus berupa string'
    ];
    $validator = Validator::make($request->all(), $rules, $messages);
    if($validator->fails()){
    return redirect()->back()->withErrors($validator)->withInput($request->all);
    }
    $data = [
    'email'     => $request->input('email'),
    'password'  => $request->input('password'),
    ];
    Auth::attempt($data);
    if (Auth::check()) { // true sekalian session field di users nanti bisa dipanggil via Auth
    //Login Success
    return redirect()->route('home');
    } else { // false
    //Login Fail
    Session::flash('error', 'Email atau password salah');
    return redirect()->route('login');
    }
    }
    public function showFormRegister()
    {
    return view('register');
    }
    public function register(Request $request)
    {
    $rules = [
    'name'                  => 'required|min:5|max:30',
    'email'                 => 'required|email|unique:users,email',
    'password'              => 'required|confirmed'
    ];
    $messages = [
    'name.required'         => 'Nama Lengkap wajib',
    'name.min'              => 'Nama lengkap minimal 5 karakter',
    'name.max'              => 'Nama lengkap maksimal 30 karakter',
    'email.required'        => 'Email wajib diisi',
    'email.email'           => 'Email tidak valid',
    'email.unique'          => 'Email sudah terdaftar',
    'password.required'     => 'Password wajib diisi',
    'password.confirmed'    => 'Password tidak sama dengan konfirmasi password'
    ];
    $validator = Validator::make($request->all(), $rules, $messages);
    if($validator->fails()){
    return redirect()->back()->withErrors($validator)->withInput($request->all);
    }
    $user = new User;
    $user->name = ucwords(strtolower($request->name));
    $user->email = strtolower($request->email);
    $user->password = Hash::make($request->password);
    $user->email_verified_at = \Carbon\Carbon::now();
    $simpan = $user->save();
    if($simpan){
    Session::flash('success', 'Register berhasil! Silahkan login untuk mengakses data');
    return redirect()->route('login');
    } else {
    Session::flash('errors', ['' => 'Register gagal! Silahkan ulangi beberapa saat lagi']);
    return redirect()->route('register');
    }
    }
    public function logout()
    {
    Auth::logout(); // menghapus session yang aktif
    return redirect()->route('login');
    }
    }

    Anda bisa mencoba menjalankan coding yang baru dibuat.

Buat Halaman View Login dan Register

Terakhir, Anda bisa membuat halaman view login dan juga register. Untuk membuat kedua halaman view ini, Anda harus membuat file baru dan menyimpannya di direktori bagian resources/views. Anda bisa menamai file tersebut dengan login.blade.php.

Coding halaman view login adalah:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="ie=edge">
<title>Register</title>
<link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.0.0/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>
<div class="container">
<div class="col-md-4 offset-md-4 mt-5">
<div class="card">
<div class="card-header">
<h3 class="text-center">Form Register</h3>
</div>
<form action="{{ route('register') }}" method="post">
@csrf
<div class="card-body">
@if(session('errors'))
<div class="alert alert-danger alert-dismissible fade show" role="alert">
Something is wrong:
<button type="button" class="close" data-dismiss="alert" aria-label="Close">
<span aria-hidden="true">×</span>
</button>
<ul>
@foreach ($errors->all() as $error)
<li>{{ $error }}</li>
@endforeach
</ul>
</div>
@endif
<div class="form-group">
<label for=""><strong>Nama Lengkap</strong></label>
<input type="text" name="name" class="form-control" placeholder="Nama Lengkap">
</div>
<div class="form-group">
<label for=""><strong>Email</strong></label>
<input type="text" name="email" class="form-control" placeholder="Email">
</div>
<div class="form-group">
<label for=""><strong>Password</strong></label>
<input type="password" name="password" class="form-control" placeholder="Password">
</div>
<div class="form-group">
<label for=""><strong>Konfirmasi Password</strong></label>
<input type="password" name="password_confirmation" class="form-control" placeholder="Password">
</div>
</div>
<div class="card-footer">
<button type="submit" class="btn btn-primary btn-block">Register</button>
<p class="text-center">Has an account? <a href="{{ route('login') }}">Login</a> here!</p>
</div>
</form>
</div>
</div>
</div>
</body>
</html>

Sedangkan coding untuk halaman view register adalah:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="ie=edge">
<title>Dashboard</title>
<link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.0.0/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>
<div class="container">
<div class="col-md-12 mt-5">
<div class="card">
<div class="card-header">
<h3>Dashboard</h3>
</div>
<div class="card-body">
<h5>Welcome to dashboard, <strong>{{ Auth::user()->name }}</strong></h5>
<a href="{{ route('logout') }}" class="btn btn-danger">Logout</a>
</div>
</div>
</div>
</div>
</body>
</html>

Jika sudah, Anda bisa langsung mencoba pengujian (testing). Lakukan testing dengan langkah-langkah berikut:

  1. Buka command > input php artisan serve.
  2. Buka browser > input URL: http://127.0.0.1:8000 > tekan enter / klik loading.
  3. Anda akan bertemu dengan halaman login > register jika belum punya akun.
  4. Anda akan diarahkan ke laman register > lakukan registrasi.
  5. Anda akan tiba di halaman dashboard. Selesai!

Demikianlah pembahasan Laravel auth 7 tutorial kali ini. Semoga ilmu pada artikel edisi kali ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan Anda tentang Laravel, ya.

Nantikan seri belajar Laravel lainnya dan juga artikel menarik plus informatif lain seputar dunia IT dari Appkey. Sampai jumpa lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Blog Post Ranking 10

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Mau Jadi Front-end Developer? Kamu Perlu Menguasai 10 Skill Berikut Ini!

Secara umum untuk membuat sebuah website impian Anda menjadi nyata, Anda hanya perlu datang ke web developer dan menyampaikan...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Mockup adalah: Membuat Mockup Design untuk Website

Wireframes adalah kerangka. Prototipe menunjukkan perilaku. Mockup adalah kulitnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengapa mockup sama pentingnya dengan...

Jasa Pembuatan Website Untuk Toko Online

Perusahaan yang menyediakan Jasa pembuatan website untuk toko online bisa kita temukan dengan mudah di internet. Masing-masing dari perusahaan...

8 Contoh Search Engine Terbaik yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Dulu jika ingin mencari informasi tentang apapun biasanya kita akan menanyakan kepada seseorang yang lebih mengetahui informasi, atau datang...

Apa Itu Cache Memory? Pengertian dan Fungsinya

Apa itu cache memory? Orang yang setiap hari berinteraksi dengan internet, istilah cache tentu saja bukan lagi istilah yang...

Layout adalah : 4 Prinsip Dasar Desain Layout

Desain layout adalah salah satu bagian dari seni kita semua tahu,  untuk bisa menampilkan seni dengan baik, kita harus...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya