Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Aplikasi Cross-platform Bagaimanakah Start Awal Belajar Bahasa Pemrograman Flutter dan Haruskah...

Bagaimanakah Start Awal Belajar Bahasa Pemrograman Flutter dan Haruskah Belajar Flutter di Tahun 2021 Ini?

-

Tuntutan pekerjaan yang beragam memunculkan tipe variasi aplikasi yang berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mendapati semakin banyak aplikasi dengan beragam fungsi, fitur, hingga tampilan-tampilan unik di dalamnya.

Perkembangan era digital yang semakin pesat ini otomatis mendorong dunia pemrograman agar selalu berinovasi guna bisa memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat akan teknologi.

Salah satu bentuk inovasi dari dunia pemrograman terkini adalah perkembangan flutter. Flutter adalah salah satu jenis bahasa pemrograman terbaru. Sebelumnya memang sudah ada beragam jenis bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membangun sebuah website atau aplikasi. Hanya saja, para ahli IT harus terus melakukan inovasi guna mempermudah sekaligus menyempurnakan kinerja mereka.

Apa itu flutter? Pentingkah bagi kita untuk mempelajari flutter tutorial di tahun 2020 ini? Yuk cari tahu penjelasan lengkap flutter tutorial sekaligus manfaat mempelajarinya berikut ini.

Mengenal Flutter, Framework Buatan Google

Abad teknologi saat ini tampak jelas didominasi oleh perkembangan aplikasi mobile. Penggunaan gadget smartphone beserta aplikasinya yang melejit di masyarakat otomatis membuat kebutuhan software berbasis aplikasi meledak di pasaran.

Untuk itu, para programmer dan ahli IT harus memutar otak agar bisa menghasilkan banyak aplikasi berkualitas baik untuk mengatasi beragam masalah masyarakat.

Persaingan di dunia aplikasi pun semakin ketat. Para developer apps berlomba-lomba menyajikan aplikasi terbaik dengan tampilan semenarik mungkin untuk menarik minat masyarakat agar menggunakan app buatan mereka. Tampilan aplikasi yang menarik kini dapat dibuat dengan menggunakan flutter. Apa itu flutter?

Flutter merupakan bahasa pemrograman yang menjadi bagian framework open-source. Flutter umumnya dipakai untuk pengembangan aplikasi mobile baik Android dan iOS. Bahasa pemrograman Flutter dikembangkan oleh Google di tahun 2015 dengan tujuan untuk membangun user interface (UI) dari sistem aplikasi.

Flutter bekerja menggunakan bahasa Dart dengan satu codebase untuk membangun aplikasi. Sistem kerja ini dinilai lebih simpel oleh para ahli IT sebab tidak lagi memerlukan bahasa pemrograman Java/Kotlin (untuk aplikasi Android) atau Objective-C & Swift (untuk aplikasi iOS). Cukup menggunakan bahasa Flutter, Anda sudah bisa membuat aplikasi Android dan iOS sekaligus.

Ada banyak aplikasi ternama yang sejatinya dibuat menggunakan Flutter. Contohnya adalah Google AdWords, Alibaba, Topline, dan lainnya.

Artikel Terkait  Apa itu Aplikasi Web? Penjelasan Fitur dan Cara Pengembangannya

pengembangan-aplikasi

Anda telah memahami apa itu Flutter, namun sudahkah Anda mengetahui manfaat mempelajari Flutter tutorial? Masih ada cukup banyak tenaga IT merasa enggan dan mengesampingkan mempelajari Flutter tutorial disebabkan bahasa pemrograman ini yang masih tergolong baru. Padahal ada banyak manfaat yang bisa Anda petik jika mempelajari Flutter tutorial.

Mempelajari Flutter tutorial akan memberikan Anda skill membuat aplikasi yang bisa dijalankan beragam platform dan memiliki tampilan cantik serta menarik. Selain itu, masih ada 3 manfaat dari mempelajari dan menggunakan Flutter tutorial yaitu:

Menghasilkan Aplikasi dengan UI Cantik

Manfaat yang paling menonjol dari menggunakan Flutter untuk membuat aplikasi terletak pada kecantikan hasil user interface (UI) aplikasi tersebut.

Flutter memiliki komponen built-in yang lengkap untuk mendesain UI, seperti Cupertino Widget yang digunakan untuk menciptakan style khas iOS serta Material Design.

Dilengkapi Hot Reload

Keunggulan Flutter selanjutnya adalah fitur hot reload yang digunakan untuk melihat hasil coding secara langsung pada emulator atau virtual machine. Hot reload juga memberikan sensasi selayaknya coding website di mana setiap perubahan code tidak perlu dikompilasi ulang demi bisa melihat hasilnya.

Bisa Dijalankan Banyak Platform

Aplikasi buatan Flutter bisa dijalankan oleh banyak tipe platform mulai dari iOS, Android, hingga website. Bahkan Flutter bisa digunakan untuk memprogram tipe software terbaru yakni aplikasi website.

Selain itu, aplikasi dari Flutter mampu beradaptasi dengan setiap platform tempatnya dijalankan. setiap aplikasi tampak mirip baik segi tampilan maupun kinerja meski dijalankan di tempat yang berlainan.

Flutter Tutorial untuk PemulaMobile-APPs

Sudah siap untuk belajar Flutter? Belajar Flutter sesungguhnya tidak rumit, hanya saja ada sejumlah unsur dasar yang harus dipahami baik-baik oleh pelajar pemula. Tujuannya tentu agar Anda tidak kebingungan atau menemui kendala saat mempelajari Flutter. Yuk simak tutorial dan tips belajar Flutter untuk pemula berikut ini!

Mempelajari Bahasa Dart

Tips pertama belajar Flutter adalah mempelajari bahasa pemrograman Dart. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Flutter dibuat dan dibangun menggunakan bahasa Dart serta sistem one single code. Alhasil, para pemula harus mempelajari bahasa ini agar bisa menggunakannya dengan baik untuk membuat sebuah aplikasi.

Dimana kita bisa mempelajari bahasa Dart? Anda bisa membeli buku teori, mengikuti kursus khusus, atau belajar mandiri via daring di situs resmi tentang bahasa pemrograman Dart: dart.dev. Untuk berlatih praktek menulis coding Dart, Anda bisa melakukannya di situs dartpad.com.

Memahami Widget Flutter

Selanjutnya, Anda harus memahami widget dalam Flutter. Widget adalah elemen-elemen antarmuka yang tersedia di dalam Flutter. Ada 2 jenis widget yakni stateful dan stateless widget. Setiap widget memiliki fungsi dan ciri yang berbeda.

Stateful widget bisa diubah bentuknya berkali-kali, bersifat dinamis mengikuti perintah arahan, dan bisa digunakan di layar lain saat aplikasi tengah dijalankan. Contohnya, bentuk tombol yang berubah saat ditekan oleh user, atau perubahan teks pada tombol tersebut.

Sedangkan stateless widget adalah kebalikannya. Ia bersifat statis, tidak bisa diubah, dan telah ditetapkan dengan pasti oleh konfigurasi tertentu. Stateless widget tidak akan berubah bentuknya meski Anda menekannya di layar. Selain itu, stateless widget tidak dapat digunakan di layar lain selayaknya stateful widget. Anda harus melakukan proses coding stateless widget dari awal untuk bisa menggunakan fitur ini lebih dari 1 kali.

Menginstal Flutter

Untuk bisa mengembangkan mobile app, Anda harus tahu cara menginstal Flutter sebelum menggunakannya. Instalasi Flutter dapat dilakukan menggunakan 2 cara, yakni Android Studio/Vs Code dan Command Line/Terminal.

Langkah-langkah instalasi Flutter via Vs Code/Android Studio adalah:

1) Buka View > Command Paletter.

2) Masukkan kode: Flutter: New Project. Nantinya akan muncul kotak kosong untuk input nama project.

3) Input nama project yang dikehendaki. Lalu tekan enter.

4) Pilih direktori untuk menyimpan project baru.

5) VS Code akan otomatis membuka jendela baru dan melakukan instalasi. Tunggu sejenak.

6) Setelah selesai, lakukan running Flutter via menu Debug > Start Debugging. Anda juga bisa melakukannya dengan menekan tombol F5 di keyboard.

Sedangkan cara menginstalasi Flutter via Command Line/Terminal adalah:

1) Di command line, letakkan project serta arahkan ke dalam direktori development. Kodenya adalah: $ cd development.

2) Instal Flutter menggunakan command: $ flutter create namafolder. Bagian “nama folder” dapat Anda sesuaikan mengikuti titel project.

3) Tunggu sejenak hingga instalasi selesai. Jika sudah, masuk ke dalam folder direktori yang baru dibuat menggunakan kode: $ cd namafolder

4) Running command dengan: $ flutter run. Tunggu sampai proses building selesai. Instalasi yang sukses akan ditandai dengan terbukanya jendela build aplikasi menggunakan Flutter.

Artikel Terkait  Ini Dia Fitur-Fitur Keamanan Terbaru pada Android 11

Mempelajari Error Handling

Mempelajari cara mengatasi error saat membuat aplikasi merupakan hal yang tak boleh dilewatkan oleh programmer. Flutter dikenal sangat menolong user terkait error handling melalui fitur autocorrect.

Autocorrect bekerja selama prosses pembangunan app, dan akan otomatis menunjukkan letak error. Tak hanya itu saja, Flutter pun memberikan penjelasan lengkap terkait error melalui terminal.

Demikianlah pembahasan kali ini terkait Flutter. Semoga artikel ini dapat menjadi pedoman untuk Anda yang ingin mempelajari Flutter, ya!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya