Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan website. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
Apa itu Scrum? Mengenal Metode Scrum yang Digunakan Oleh Para Developer dalam Sebuah Project Manajemen
Scrum adalah kerangka kerja untuk menyelesaikan sesuatu yang kompleks atau rumit tetapi masih bersifat flexible. Cara ini sangat cocok diterapkan bersamaan dengan metode pengembangan perangkat lunak menggunakan prinsip-prinsip agile.
23569
post-template-default,single,single-post,postid-23569,single-format-standard,bridge-core-2.0.7,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-19.4,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive
thumbnail--scrum

Apa itu Scrum? Mengenal Metode Scrum yang Digunakan Oleh Para Developer dalam Sebuah Project Manajemen

Pengembangan suatu aplikasi atau mengembangkan suatu project tentunya tidaklah mudah, walaupun Anda berada di posisi sebagai seorang developer. Developer untuk arti secara kasarnya, Anda adalah orang yang mengembangkan sebuah aplikasi. Anda adalah orang yang memikirkan ide project, merancang struktur ataupun memodifikasi sistem yang sudah ada dan mengembangkannya ke arah yang lebih sempurna lagi.

Meskipun pekerjaan sehari-hari Anda adalah sebagai seorang developer yang tentunya sudah memahami alur untuk menyelesaikan project-project yang diberikan klien kepada Anda. Tentunya di setiap project yang diterima pastinya akan ada tantangan yang berbeda-beda juga.

Trial Error Dalam Project

 

scrum-2

Project satu dengan yang lainnya, tentu memiliki waktu pengerjaan yang berbeda-beda tergantung tingkat kesulitannya. Saat proses pembuatan berlangsung, pastinya akan ada trial dan error yang terjadi.

Agar tidak membuang banyak waktu dan tenaga para developer serta programmer, maka dalam sebuah project management akan ada kerangka kerja yang diterapkan para developer untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Contohnya seperti, saat developer mencoba teknologi baru untuk projectnya. Tetapi setelah setengah jadi, teknologi tersebut tidak cocok untuk hasil akhir yang diinginkan. Misalnya saja, teknologi tersebut diharapkan akan compatible digunakan pada OS dan IOS.

Namun hasilnya, teknologi tersebut compatible untuk OS tetapi pada saat diuji coba pada IOS, ternyata banyak error dan harus kembali merubah kodingan yang ada serta harus menyesuaikan kembali dengan hasil yang seharusnya. Ataupun, saat program maupun aplikasi tersebut sudah jadi setelah memakan waktu yang berbulan-bulan, ternyata apa yang diinginkan klien tidaklah seperti produk akhir yang sudah dihasilkan oleh developer.

Artikel Terkait  Cara Login WordPress dengan Mudah

Penerapan Metode Pengerjaan Dalam Sebuah Project Management

 
Jika sampai hal itu terjadi, bisa dibayangkan kerja keras yang dilakukan developer dan programmer selama berbulan-bulan tersebut akan berakhir dengan sia-sia. Pada umumnya banyak sekali orang-orang yang melakukan evaluasi dari suatu proses kerja hanya di tahap terakhir. Artinya semua pekerjaan akan segera selesai karena sudah memasuki tahap akhir tetapi ternyata tidak memenuhi ekspektasi.

Untuk menghindari hal-hal seperti itu, maka developer menerapkan suatu kerangka kerja pengerjaan selama proses penyelesaian suatu project tersebut. Dengan menerapkan kerangka ini, diharapkan akan menghindari adanya perubahan yang mendadak saat hasil akhir sudah hampir selesai. Sehingga menghemat anggaran dan juga waktu. Salah satu cara untuk meminimalisir kerugian tersebut adalah dengan cara menerapkan metode scrum.

Metode Scrum

 
Scrum adalah kerangka kerja untuk menyelesaikan sesuatu yang kompleks atau rumit tetapi masih bersifat flexible. Cara ini sangat cocok diterapkan bersamaan dengan metode pengembangan perangkat lunak menggunakan prinsip-prinsip agile.

Prinsip scrum dan manifesto agile dipergunakan untuk memandu kegiatan developer yang menggabungkan kegiatan kerangka kerja (framework activity) seperti kebutuhan (requirements), analisis (analysis), desain (design), evolusi (evolution) serta pengiriman (delivery). Dalam setiap kegiatan kerangka kerja, pekerjaan (work task) yang dilakukan dalam proses tersebut disebut sprint. Jumlah sprint yang terdapat pada tiap-tiap project akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan team.

Roles Scrum

 
Untuk dapat menjalankan cara ini pada proses pengerjaan proyek, akan muncul beberapa peran yang akan dibagi-bagi sesuai dengan porsinya. Terdapat 3 peran penting saat menjalankan metode scrum ini, yaitu:

Product Owner

 
Bisa disebut juga sebagai pemilik proyek. Product owner harus memastikan bahwa developer team bekerja sesuai target yang telah disepakati sebelumnya. Tentu saja berdasarkan pandangan bisnis mereka serta menghasilkan produk akhir yang diinginkan.

Development Team

 
Dalam team ini akan terdiri dari team pengembang (developer) yang nantinya akan mendesain dan juga akan melakukan problem solver dari masalah-masalah yang yang dipaparkan klien.

Sehingga nantinya menghasilkan produk akhir seperti yang diinginkan oleh klien. Development team ini bersifat self-organize atau bisa mengatur dirinya sendiri.

Scrum Master

 
Scrum master adalah orang yang mempunyai sebutan lain seperti, tenaga ahli di bagian scrum atau servant leader. Ia merupakan kombinasi dari pelatih dan juga ujung tombak pada metode ini. Jika di tengah jalan nanti ada permasalahan yang terjadi, maka scrum master harus bisa menyelesaikannya.

Dalam hal ini scrum master bertugas untuk mengarahkan development team dan juga pemilik proyek bahwa mereka berada di jalan dan tujuan yang sama. Sehingga tidak ada nantinya, permintaan revisi besar-besaran saat hasil akhir produk sudah selesai.

Artikel Terkait  Cara Ganti DNS untuk Browsing Lebih Cepat dan Aman

Cara Kerja Scrum

 

scrum-1

Cara kerja scrum dimulai dari saat product owner datang kepada developer. Kemudian product owner akan memberikan product backlog. Dari product backlog ini akan terpilihlah sprint backlog, yang nantinya ini akan diumumkan oleh scrum master kepada developer team untuk dikerjakan.

Hasil kerja mereka akan berupa increment dan di-review kembali di sprint review. Penjelasan masing-masing langkah dari kerangka kerja scrum di atas akan dijelaskan sebagai berikut:

Product Backlog

 
Product backlog merupakan segala hal yang dikumpulkan oleh product owner, seperti permintaan kebutuhan sistem berupa fitur-fitur yang nantinya diinginkan. Setelah tujuan-tujuan yang diinginkan oleh product owner telah ditetapkan. Barulah hal-hal tersebut dipecah ke dalam sprint planning yang akan difasilitasi oleh scrum master.

Product backlog merupakan kumpulan dari user story atau keinginan user. Keinginan user ini nantinya akan dikategorikan. Mana yang prioritas dan harus dikerjakan lebih dahulu. Bisa juga dinilai dari mana yang paling rumit atau beresiko.

Artikel Terkait  Hosting Gratis 2020 | Beberapa Yang Terbaik

Sprint

 
Setelah menjadi sprint planning, kemudian plan-plan tersebut dijadikan sprint backlog. Sprint backlog merupakan hasil kesepakatan dari scrum master dan development team berdasarkan product backlog yang ada.

Sprint backlog nantinya akan dibagi-bagi menjadi beberapa sprint dengan batasan waktu maksimal (timebox) yang akan dikerjakan satu persatu untuk mencapai tujuan akhir. Timebox biasanya berdurasi 1 bulan.

Dalam menyelesaikan satu sprint, anggota team akan menggunakan daily scrum. Atau bahasa mudahnya yaitu, menentukan kerangka pekerjaan terlebih dahulu yang didapat melalui rapat harian sebelum memulai mengerjakan sprint backlog.

Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu para developer. Pada daily scrum juga membahas halangan-halangan apa saja yang dihadapi para developer dan mencari jalan keluarnya bersama.

Setiap satu sprint selesai dikerjakan, seluruh team akan mengadakan sprint review untuk mereview proses yang sudah berlangsung. Serta mendemokan pekerjaan yang sudah selesai.

Sprint Retrospective

 
Pada sesi selanjutnya ini akan membahas mengenai increment. Yang merupakan jumlah backlog item yang dihasilkan selama sprint. Untuk mendapatkan feedback dari product owner beserta jajarannya. Sesi ini juga membahas apa saja yang sudah berjalan dengan baik, apalagi yang perlu di-improve, bagaimana cara improvementnya untuk sprint selanjutnya. Increment yang telah memenuhi Definition of Done artinya telah siap untuk memasuki lingkungan produksi berdasarkan keputusan product owner.

Kegiatan tersebut akan berlangsung terus menerus sampai semua sprint selesai dikerjakan. Cara ini sering sekali disebut sebagai scrum agile. Dikarenakan, pada agile sendiri prosesnya selalu dilakukan dalam bagian-bagian kecil. Ditengah proses itu pun bisa saja terjadi adjustment terus menerus. Agile ini sangat cocok dikerjakan dengan scrum, karena pengerjaannya dibagi menjadi beberapa sprint.

Tiap sprint akan ada review dan selalu melakukan pengecekan serta langsung melakukan tindak lanjut penyelesaian masalah. Jadi, tindak lanjut dari kekurangan-kekurangan yang ada akan dilakukan pada saat masa pengerjaan. Bukan lagi seperti evaluasi pada umumnya yang dilakukan pada tahap akhir. Hal ini jelas-jelas menguntungkan bagi para developer dan product owner karena benar-benar menghemat waktu dan budget dalam mengerjakan sebuah project.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan website? | PT APPKEY
Selain mengembangkan website, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas website Anda, dengan penerapan strategi SEO serta konten pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami