Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Website Laravel Panduan Lengkap Install Laravel Manual | Seri Belajar Laravel

Panduan Lengkap Install Laravel Manual | Seri Belajar Laravel

-

Sedang mencari panduan lengkap dan termudah tentang Laravel download dan install? Selamat karena Anda telah menemukan artikel tutorial belajar Laravel yang tepat!

Kembali lagi pada seri tutorial belajar Laravel, kali ini, kami akan mengajak Anda untuk melihat bagaimana cara termudah melakukan Laravel install secara lengkap.

Laravel sendiri merupakan framework PHP artisan terbaik, paling cepat, dan masih sangat ramai digunakan oleh para developer sampai hari ini.

Dibandingkan dengan framework PHP lain, Laravel telah terbukti efektif sekaligus sukses dalam membangun banyak website dan web app, seperti contohnya pada website Bibit dan platform meme komedi terbesar dunia 9GAG.

Kabar bagusnya, Laravel adalah framework open source yang bisa Anda download secara gratis. Anda bisa menggunakan link Laravel download ini untuk mendapatkan softwarenya: https://laravel.com/docs/4.2.

Jika sudah mendownload, maka Anda bisa melanjutkan ke proses Laravel install berikut ini selamat membaca!

Persiapan Laravel Install

laravel

Ada yang perlu Anda siapkan untuk melaksanakan Laravel install? Tentu saja ada. Agar proses belajar serta Laravel install Anda semakin mudah dan lancar, kami sarankan Anda untuk menyiapkan hal-hal ini terlebih dahulu:

Dasar-Dasar Bahasa Pemrograman PHP, HTML dan CSS

Seperti yang sudah disinggung  sebelumnya, Laravel adalah framework berbasis bahasa pemrograman PHP. Oleh sebab itu, agar Anda bisa memakai Laravel secara leluasa mulai dari Laravel install hingga membangun web app, maka ada baiknya Anda menguasai terlebih dahulu dasar-dasar bahasa pemrograman PHP.

Di Laravel, PHP merupakan bahasa programming sisi server dan back end. Biasanya, PHP akan dikombinasikan dengan bahasa programming lain dengan CSS dan disisipkan ke dokumen HTML Laravel untuk membangun sebuah website. Kombinasi HTML dan CSS ini akan digunakan untuk membuat struktur tampilan front end website.

Artikel Terkait  Apa Itu Laravel Airlock? | Seri Belajar Laravel

Mempersiapkan Server

Saat membangun website, Anda pasti akan memerlukan yang namanya server. Sama juga seperti saat menjalankan proses Laravel install. Proses instalasi framework ini pun dilakukan di sebuah web server agar berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Web server merupakan sistem komputer yang akan menyimpan semua file dan data pendukung web. Server juga bermanfaat dalam mengimplementasikan program web yang tengah dirancang. Namun Anda tidak bisa sembarang memilih web server untuk Laravel install. Web server yang baik untuk instalasi Laravel harus minimal memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Berbasis PHP versi minimal 7.3 atau ke atas.
  • Memiliki IDE Atom atau VS Code.
  • Memiliki composer.
  • Menggunakan sumber database seperti MySQL.
  • Mempunyai beragam ekstensi PHP seperti: JSON, BCMath, Fileinfo, Ctype, XML, Mbstring, PDO, OpenSSL dan Tokenizer.

Konsep Framework Model View Controller (MVC)

Berikutnya, Anda harus menguasai konsep model view controller alias MVC karena Laravel bekerja menggunakan sistem ini. MVC adalah sistem yang memisahkan sekaligus menjembatani antara front end dengan back end.

Model merupakan bagian pengolahan aneka logika, data dan setting website; Controller adalah penghubung model dengan view sekaligus tempat pengolahan data; lalu View adalah bagian yang bertugas memberikan hasil (output) proses pengolahan data ke user.

Laravel Install Composer

Persiapan terakhir adalah melakukan Laravel install composer. Composer adalah komponen yang digunakan oleh Laravel untuk mengelola aneka library penting selama proses development web. Pun sebagian besar developer juga menyamakan composer dengan library manager dan dependency PHP. Alhasil, melakukan laravel install composer adalah hal yang wajib untuk dilakukan.

Composer juga memungkinkan program PHP berjalan dengan lebih rapi, efisien, dan singkat (tidak perlu menginput perintah berulang kali). Jadi, installah composer sebelum menginstal Laravel, ya!

Proses Laravel Install di 3 Platform

laravel2

Tibalah kita pada bagian yang dinanti-nanti! Setelah mempersiapkan semua kebutuhan di atas, sekarang waktunya melakukan instalasi Laravel. Proses instalasi Laravel memiliki cara yang agak berbeda, tergantung pada platform pilihan pada device atau hardware (PC) Anda.

Berikut ini kami menyiapkan 3 cara install Laravel berbeda: pada Ubuntu, Windows dan cPanel. Silahkan pilih tutorial yang paling cocok dengan situasi Anda, ya!

Instalasi Laravel di Ubuntu

Untuk Anda yang memakai Ubuntu, berikut adalah mekanisme instalasi Laravel:

  1. Update terlebih dahulu repository Ubuntu Anda. Update bisa dilakukan dengan memakai kode ~# sudo apt-get update
  2. Install Apache memakai kode ~# sudo apt-get install apache2 libapache2-mod-php. Jangan lupa untuk mengecek dengan kode http://IP-Server-Anda di browser setelah instalasi selesai. Sambung proses ini dengan menginstal MySQL memakai kode # sudo apt-get install mysql-server php-mysql dan mengecek keberhasilannya dengan # mysql -u root –p. Di sini Anda mungkin akan diminta untuk login ke MySQL agar bisa melihat keberhasilan instalasi dengan lebih baik.
  3. Install PHP dengan coding berikut: ~# sudo apt-get install php libapache2-mod-php php-common php-mbstring php-xmlrpc php-soap php-gd php-xml php-mysql php-cli php-mcrypt php-zip
  4. Jika sudah, lakukan instalasi Laravel. Mula-mula input code: ~# curl -sS https://getcomposer.org/installer | sudo php — –install-dir=/usr/local/bin –filename=composer untuk memulai instalasi.
  5. Masuk ke direktori HTML > input ~# cd /var/www/html > buat folder baru di direktori HTML dan beri nama (misal: ProjectExample) untuk menyimpan file-file Laravel > install Laravel dengan kode ~# composer create-project laravel/laravel ProjectExample –prefer-dist
  6. Lakukan konfigurasi pada Apache. Buka direktori sites-available > buat file laravel.conf untuk melakukan konfigurasi host website dengan kode: ~# nano /etc/apache2/sites-available/laravel.conf. Nantinya, Anda akan mendapati tampilan command line kosong. Silahkan copy paste coding ini, namun jangan lupa untuk menyesuaikan nama domain dengan nama domain Anda:

<VirtualHost *:80>

ServerAdmin admin@NamaDomainAnda.com
DocumentRoot /var/www/html/MyProject/public
ServerName NamaDomainAnda.com

<Directory /var/www/html/MyProject/public>
Options +FollowSymlinks
AllowOverride All
Require all granted
</Directory>

ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined
</VirtualHost>

  1. Matikan host default dan sebagai gantinya, aktifkan modul Laravel memakai code: ~# sudo a2dissite 000-default.conf dan ~# sudo a2ensite laravel.conf. Aktivasi mod_rewrite dengan code: ~# sudo a2enmod rewrite
  2. Restart Apache dengan code: ~# sudo service apache2 restart dan cek Laravel untuk memastikan jika sudah sukses terpasang dengan cara meloading ulang domain Anda. Selesai!

Instalasi Laravel di Windows

Instalasi Laravel di Windows jauh lebih singkat dibandingkan pada Ubuntu. Caranya adalah:

  1. Masuk ke bagian command prompt di PC Anda dengan klik kode Win+R > ketik cmd > klik OK.
  2. Masuk ke folder XAMPP yang biasanya berada di direktori xampp/htdocs. Anda bisa menginput kode: cd \xampp\htdocs di command prompt untuk otomatis diarahkan ke folder XAMPP.
  3. Lakukan instalasi Laravel di sini dengan membuat request untuk mengambil dan install file Laravel dari repository GitHub. Gunakan kode: composer create-project –prefer-dist laravel/laravel nama_project. Selanjutnya, tunggu saja hingga proses instalasi berjalan sendiri dan selesai.
  4. Terakhir, cek instalasi Laravel. Jika instalasi berhasil, maka Anda seharusnya akan menemukan folder baru bernama sesuai dengan nama project di direktori file server. Anda juga bisa melakukan uji dengan menjalankan kode Php artisan serve pada bagian command prompt atau terminal. Jika muncul tulisan Laravel development server started pada command prompt, maka itu artinya Laravel Anda sudah sukses terpasang.

Artikel Terkait  Tips dan Trik Rahasia Laravel yang Anda Wajib Tahu!

Instalasi Laravel di cPanel Hosting

Terakhir adalah cara install Laravel di cPanel Hosting. Langsung saja, cara-caranya adalah:

  1. Login ke cPanel dengan mengakses URL https://namadomainanda/cpanel.
  2. Dari halaman utama cPanel > klik Softaculous > buka fitur ini.
  3. Di halaman Softaculous, Anda akan menemukan beragam jenis script yang bisa dijalankan. Cari script Laravel dengan menggunakan menu search > buka halaman instalasi Laravel.
  4. Klik ‘install now’. Anda akan dibawa ke halaman setting setup untuk melakukan sejumlah pengaturan seperti memilih protocol dan domain, quick install, in directory, email installation detail dan backup location.
  5. Klik ‘instal’ sekali lagi dan selesai!

Demikianlah pembahasan artikel tutorial belajar Laravel khususnya tentang Laravel install. Semoga artikel edisi kali ini mampu menambah wawasan Anda seputar proses Laravel download dan instalasinya, ya!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya