Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Website Maintenance Apa Itu White Box Testing? Developer Wajib Tahu!

Apa Itu White Box Testing? Developer Wajib Tahu!

-

Saat terjun ke dunia programming dan produksi software, seorang developer tak hanya akan bertemu dengan penggunaan bahasa pemrograman saja. Ia pun akan berjumpa dengan white box testing. Sudah pernah mendengar apa pengertian white box testing?

Pengertian white box testing adalah sebuah metode yang digunakan oleh para developer untuk melakukan uji coba produk software mereka sebelum memasarkannya ke masyarakat umum. Yuk berkenalan dengan konsep dan cara melakukan white box testing pada artikel berikut ini. Selamat membaca!

Mengenal Pengertian White Box Testing

software-testing

Selain menguasai teknik-teknik pemrograman, seorang developer juga wajib untuk menguasai cara menguji coba software yang mereka buat sendiri. Pengujian software ini penting agar produk software dapat berjalan sebagaimana mestinya saat berada di lingkungan user. Salah satu metode pengujian software yang bisa Anda gunakan adalah white box testing.

White box testing adalah salah satu dari 2 teknik yang digunakan untuk menguji program software sudah sesuai dengan kebutuhan serta rancangan yang digagas sebelumnya. Kedua metode tersebut adalah white box dan black box testing. Jangan salah mengira, white box dan black box testing keduanya wajib untuk dikuasai oleh developer.

Kira-kira, apa perbedaan white box dan black box testing?

Artikel Terkait  Cara Termudah Mengaktifkan Google Autentikasi 2 Faktor

White Box Testing

White box testing adalah uji coba software yang berfokus pada alur logika pemrograman serta prosedur kerja secara mendetail. Di sini, developer dan tester akan mencari bug yang muncul dari source code maupun code software yang sudah jadi untuk diperbaiki kembali. Semua pekerjaan di white box testing adalah pekerjaan yang fokus mengecek alur berjalannya code seperti data flow, alur struktur, input output process, loop testing, hingga cyber security yang terpasang.

Black Box Testing

Sementara black box testing adalah uji software yang lebih berfokus pada fungsi aplikasi, tampilan app, dan kesesuaian fungsi aplikasi secara menyeluruh dengan yang keinginan user seperti yang telah dicanangkan sebelumnya. Berbanding terbalik dengan white box testing, black box testing adalah pengujian produk software yang tidak menguji source code sama sekali. Jika terdapat bugs pada fitur dan tampilan app, maka developer akan melakukan perbaikan.

Dari sini Anda sudah bisa membedakan apa itu white box dan black box testing, bukan? Akan tetapi, white box testing adalah pembahasan kita kali ini. Anda bisa membaca pembahasan mendalam terkait black box testing pada artikel lainnya dari Appkey.id.

White box testing juga mempunyai sejumlah nama lain, seperti clear box testing, glass box testing, transparent box testing, structural testing dan open box testing. Ingat, kunci utama dari white box testing adalah pengujian struktur internal software, termasuk input dan outputnya.

Mengapa istilah white box yang digunakan untuk istilah ini? Terdapat makna filosofis tersendiri di balik penamaan white box testing ini. Dengan sebuah white box atau kotak yang putih bening, maka siapapun dapat dengan lebih mudah melihat isi dari kotak yang dalam hal ini, ‘isi’ tersebut adalah cara kerja software yang dibuat. Seandainya Anda menemukan error atau bug, maka Anda bisa dengan lebih mudah memperbaiki dan meng-compile ulang coding.

Kemudian, mengapa software Anda harus melalui uji white box testing dan bukannya metode pengujian lain? Mari simak poin selanjutnya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari white box testing.

Ini Kelebihan dan Kekurangan dari White Box Testing

Anda telah mengenal apa itu white box testing. Kini, waktunya melihat apa saja keuntungan dan kelemahan dari white box testing untuk menguji software.

Testing tentunya merupakan tahapan yang tidak boleh terlewat dalam proses pengembangan software apapun, mulai dari website, aplikasi hingga web app. Tanpa proses testing, kita tidak bisa tahu bahwa software yang dibuat sudah bisa bekerja dengan baik sesuai keinginan user (konsumen) atau belum. Pun pengujian ini biasanya dilakukan pada sebuah software development life cycle (SDLC) agar lebih mudah dalam proses pencarian bug.

Artikel Terkait  Pernah Mengalami Error 404 Not Found? Berikut Cara Mudah Mengatasinya!

Pengaplikasian white box testing di suatu SDLC tentunya mempunyai kelebihan tersendiri. Beberapa kelebihan white box testing adalah:

  • Anda bisa menguji semua bentuk, data dan struktur software secara sekaligus.
  • Lebih jeli dalam menemukan error code maupun source code, bahkan termasuk bugs dan error yang tersembunyi sebelumnya.
  • Pengujian dapat dilakukan meskipun software belum mempunyai tampilan antarmuka, jadi dapat diproses jauh sebelum tanggal launching software.
  • Menjadikan programmer lebih berhati-hati saat mengimplementasikan software demi meminimalkan error.

Sayangnya memang tidak ada metode uji coba yang sempurna. Di balik semua kelebihan white box testing di atas, tentunya terdapat juga kelemahan-kelemahan dari metode uji coba ini yang patut untuk Anda antisipasi. Kekurangan dari white box testing adalah:

  • Setiap code harus diubah. Jadi, kalau Anda mengganti code atau menambahkan code baru, maka Anda harus mengulang pengujian dari awal.
  • Memakan biaya yang lumayan mahal, bisa mencapai 50% dari biaya total pembuatan software. Anda juga perlu menyewa tenaga tester untuk membantu menguji software.
  • Boros sumber daya (resources) terutama untuk pengujian software besar.
  • Tidak bisa digunakan untuk menguji fungsi dari software, karena fokus tersebut terdapat pada black box testing.
  • Metode pengujian yang cukup kompleks, jadi Anda harus benar-benar menguasai setiap langkah-langkahnya. Yuk lanjutkan membaca ke poin berikutnya untuk mengetahui teknik beserta white box testing contoh!

9 White Box Testing Contoh dan Tekniknya

testing-aplikasi

Apa saja tugas-tugas yang harus dirampungkan saat menguji software dengan metode white box testing? Secara garis besar, terdapat 1 siklus yang harus diselesaikan dalam white box testing, yakni:

Analisis kebutuhan di SDLC à Analisis desain (menetapkan parameter untuk uji coba) à Test desain (menyempurnakan strategi uji coba) à Menjalankan tes (mencari error dan bug) à Laporan hasil (Tester menyampaikan hasil testing ke developer, laporan error beserta kesimpulan nilai kelayakan software)

Untuk mempermudah pekerjaan siklus white box testing di atas, para tester dan developer umumnya akan menggunakan sejumlah tenik white box testing. Terdapat sembilan metode white box testing contoh yang biasa diaplikasikan untuk menguji sebuah software. Teknik-teknik tersebut adalah:

Cyclomatic Complexity

Cyclomatic complexity adalah sebuah metric software yang digunakan untuk mengetahui jumlah total alur coding yang perlu untuk dicari dan dianalisis. Cyclomatic complexity dapat menghitung nilai dari jalur-jalur independen dalam software untuk kemudian menentukan jumlah tes minimal untuk mengecek semua statement telah dieksekusi selama testing (minimal 1 kali eksekusi).

Artikel Terkait  Cara Mengatasi Masalah Connection Refused di FileZilla

Ada 3 jenis definisi perhitungan dari Cyclomatic complexity yang bisa dipilih salah satunya saja, yakni:

  • V(G) = E – N + 2 E

Keterangan:

V = Cyclomatic complexity

G = flow graph

E = jumlah edge di flow graph

N = jumlah node di flow graph

  • V(G) = P + 1 P

Keterangan:

V = Cyclomatic complexity

G = flow graph

P = jumlah predicate node di flow graph

  • Jumlah region = Cyclomatic complexity

Loop Testing

Uji loop juga penting dan tak boleh terlewat dalam white testing, sebab loop merupakan komponen mendasar dari banyak algoritma pemrograman. Di sini Anda akan menguji apakah loop sudah bisa bekerja dengan sesuai. Beberapa tipe loop yang biasa diuji adalah while, do-while, dan for. Sementara jenis-jenis loop testing yang bisa dieksekusi di white box testing adalah concatenated loops, nested loops, dan simple loops.

Statement Coverage

Statement coverage merupakan metode untuk menguji setiap jalur coding atau statement dalam program minimal 1 kali. Jadi, Anda bisa mendeteksi code-code yang error atau bug.

Basis Path Testing

Berikutnya adalah basic path testing yang menjadi metode mengukur kompleksitas coding serta definisi alur sebelum dieksekusi user. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan ukuran rancangan prosedural, tingkat kompleksitas logical dari software, serta petunjuk definisi basis set jalur kerja program.

Branch Coverage

Ingin memastikan setiap cabang coding diuji? Anda bisa memakai branch coverage. Branch coverage adalah metode yang memastikan bahwa setiap branch code akan melalui proses uji minimal 1 kali.

Flow Graph

Teknik white box testing berikutnya adalah flow graph. Sesuai namanya, teknik ini dipakai untuk melakukan uji representasi dari control flow coding.

Condition Coverage

Condition coverage adalah teknik uji pengkondisian. Di sini, semua coding diuji untuk bisa mendapatkan salah satu nilai dari TRUE atau FALSE. Tujuannya tentu untuk memastikan pemrograman sudah bisa bekerja mengeluarkan output yang sesuai dengan data input dari user.

Multiple Condition Coverage

Artikel Terkait  Lindungi Diri Anda dari Brute Force Attack | Pengertian & Tips Antisipasi

Teknik tes terakhir adalah multiple condition coverage untuk menguji semua kombinasi coding yang mungkin digunakan dalam berbagai kemungkinan pengkodisian. Seluruh kombinasi coding wajib untuk dites minimal 1 kali agar sewaktu-waktu saat struktur kombinasi coding digunakan, program sudah bisa berjalan dengan baik.

Demikianlah pembahasan artikel edisi kali ini tentang pengertian white box testing dan contoh-contohnya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda seputar dunia programming dan produksi software, ya! Terima kasih sudah mengikuti artikel ini sampai di sini. Jangan lupa untuk menemukan lebih banyak artikel menarik lainnya seputar dunia IT hanya dari Appkey.id. Sampai jumpa lagi!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya