Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan Aplikasi Aplikasi Android Android Studio Lelet? Ini 6 Tips Mempercepat Kinerja Android...

Android Studio Lelet? Ini 6 Tips Mempercepat Kinerja Android Studio

-

Pernah mengalami kendala Android Studio yang Anda gunakan lelet dan berat saat membangun aplikasi? Tidak perlu cemas, sebab sudah ada solusi terbaik untuk mempercepat Android Studio.

IDE Android Studio adalah pilihan terbaik bagi banyak developer android untuk mengembangkan beraneka jenis aplikasi. Android Studio menyediakan semua tools dan resource yang Anda butuhkan untuk proses produksi aplikasi yang stabil, berkualitas, dan tentunya siap pakai.

Namun terkadang ada beberapa penyebab yang tak Anda sadari menjadikan Android Studio lambat dan berat dalam bekerja. Beberapa penyebab lambatnya Android Studio adalah aspek RAM PC Anda yang pas-pasan, spek laptop dengan core lawas, hingga pemakaian plugin VCS (version control system) untuk memanajemen kode pemrograman.

Setelah mengetahu apa saja penyebab Android Studio lambat, kini kita bisa melihat solusi atau cara mempercepat emulator Android Studio. Yuk langsung saja kita simak pembahasan lengkap cara mempercepat emulator Android Studio pada artikel berikut ini. Selamat membaca!

Top 6 Cara Mudah Mempercepat Android Studio

Ada banyak sekali cara mempercepat emulator Android Studio yang bisa Anda aplikasikan secara langsung. Berikut ini kami telah rangkum seluruh cara yang ada menjadi top 6 terbaik cara mempercepat Android Studio. Apa sajakah keenam cara tersebut? Yuk dicatat!

1. Meng-upgarde RAM PC

ram-pc

Salah satu penyebab Android Studio lelet adalah RAM PC yang terlalu kecil. Oleh sebab itu, solusi pertama yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat Android Studio adalah dengan meng-upgrade RAM PC.

Semakin besar ukuran RAM Anda, maka kinerja Android Studio juga akan semakin cepat, kencang dan ringan. RAM sendiri merupakan tempat penyimpanan data sementara yang dipakai oleh Android Studio ketika aplikasi dibuka dan dijalankan oleh user.

Saat ini, banyak laptop dan PC menawarkan ukuran RAM yang beragam, mulai dari 2 GB sampai 16 GB. Jika Anda tidak memakai emulator Android Studio, RAM 4 GB sampai 6 GB sudah memadai untuk menjalankan Android Studio. Namun pihak Google pernah merekomendasikan ukuran RAM terbaik untuk mengembangkan aplikasi android yakni 8 GB. Nah, sekarang pilihannya kembali ke tangan Anda sendiri: kira-kira berapa upgrade RAM yang Anda butuhkan?

Artikel Terkait  7 Tahap Pengembangan Aplikasi Mobile yang Perlu Anda Pahami!
Artikel Terkait  Bagaimanakah Tips Mencari Jasa iOS Developer Terbaik Bagi Proyek Aplikasi Anda?

2. Pakai Penyimpanan SSD

Laptop Anda masih memakai penyimpanan HDD (harddisk)? Bisa jadi itulah penyebab lain Android Studio lambat dan berat ketika dijalankan. Solusi kedua untuk mempercepat Android Studio adalah dengan mengganti penyimpanan laptop atau PC Anda dengan SSD.

Mengapa SSD? Dibandingkan penyimpanan HDD, SSD memiliki kecepatan baca dan tulis file yang lebih cepat dan mulus ketimbang HDD. Dengan kata lain, PC Anda dapat bekerja dengan lebih cepat sekaligus ringan, bahkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi berat seperti Android Studio.

Sebagian besar developer android saat ini pun sudah memakai PC dengan SSD untuk ngoding yang lebih baik, cepat dan ringan. Harga SSD juga terjangkau, sekitar 650 ribu rupiah untuk SSD berkapasitas 512 GB. Tertarik untuk mencoba penyimpanan SSD?

Untuk Anda yang ingin melihat lebih banyak seputar perbedaan performa SSD dan HDD, Anda bisa membaca artikel khusus Appkey yang bertajuk: “Di Mana Tempat Terbaik Menyimpan Game? Membandingkan SSD vs HDD”

3.Memakai Prosessor Terbaru

Kunci sukses mempercepat Android Studio lainnya adalah dengan memastikan PC Anda sudah dilengkapi dengan prosessor terbaru. Sebab semakin tinggi kecepatan prosessor PC, maka hasilnya akan semakin bagus.

Minimal Anda bisa menggunakan PC dengan prosessor core 13. Jika kelak terdapat keluaran prosessor yang lebih baru dan canggih, tidak ada salahnya untuk mencoba PC dengan prosessor paling baru tersebut.

4. Memakai Mac/Linux

linux

Sebagian developer berpengalaman mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan OS Mac atau Linux agar Android Studio dapat bekerja dengan lebih cepat dan ringan. Apakah hal ini lantas menjadikan Windows lebih buruk dan tidak cocok untuk membangun aplikasi android?

Sebenarnya asumsi di atas tidak mutlak kebenarannya. Kinerja Android Studio yang terasa lebih cepat di PC dengan OS Mac atau Linux bisa jadi dikarenakan tidak adanya aplikasi ketiga yang berjalan di latar belakang pada PC-PC tersebut.

Windows sering kali memiliki beragam aplikasi yang berjalan di background, contohnya aplikasi antivirus. Alhasil, performa Android Studio bisa lebih lambat.

Poin ini sesungguhnya merupakan perbandingan saja antara OS Linux, Mac dan Windows. Jika Anda ingin memakai Android Studio dengan lebih nyaman, Anda bisa memakai Linux dan Mac yang tidak mempunyai banyak aplikasi berjalan di background.

Artikel Terkait  Mengenal Aplikasi Clubhouse | Kepopuleran, Fitur dan Estimasi Biaya Pembuatan
Artikel Terkait  Developer Aplikasi Game Berkualitas di Indonesia

5. Membatasi Pemakaian Memory Build Gradle

Proses pembangunan aplikasi Anda dengan Android Studio bisa menjadi lebih lamban karena Anda tanpa sadar memakai memory build gradle yang tidak dibatasi. Untuk itu, Anda bisa membatasi pemakaian memory build hingga maksimal 1 GB agar kinerja Android Studio lebih ringan dan tidak sering nge-lag.

Untuk membatasi memory build gradle, Anda bisa mengikuti cara-cara simpel ini:

  1. Buka project > buka file gradle.properties.
  2. Cari file org.gradle.jvmargs.
  3. Ubah file tersebut dengan coding berikut:

org.gradle.jvmargs=-Xmx4096m -XX:MaxPermSize=1024m -XX:+HeapDumpOnOutOfMemoryError -Dfile.encoding=UTF-8

  1. Selesai. Kini memory build gradle Anda sudah dibatasi.

6. Memakai Gradle Mode Offline

Tips terakhir untuk mempercepat Android Studio adalah dengan memakai gradle mode offline. Gradle adalah program build project menjadi aplikasi (APK), mulai dari mendownload library untuk project, membangun APK, hingga menjalankan perintah dan request untuk testing aplikasi baru.

Gradle bisa menjadi lamban karena koneksi internet Anda yang tidak prima dan stabil. Jika sinyal internet Anda tidak bagus, Anda bisa menggunakan alternatif build dengan mode offline. Dengan mengaktivasi gradle mode offline, gradle tidak akan mendownload library dan internet. Alih-alih, ia akan menggunakan library offline yang sudah dimiliki.

Cara mengaktifkan gradle mode offline pun mudah. Anda cukup menyusuri sisi samping kanan Android Studio > mencari icon ‘gradle’ > klik tombol ‘toggle online / offline’.

[Bonus] Mengoptimalkan Performa Kecepatan Build Android Studio

Bagaimana jika setelah menerapkan tips mempercepat Android Studio di atas, tapi performa kecepatan build masih saja lambat? Tidak perlu cemas, berikut kami telah merangkum tips bonus untuk memaksimalkan performa kecepatan build di Android Studio.

Mengoptimalkan Konfigurasi Build

Untuk memaksimalkan performa kecepatan build di Android Studio, Anda bisa memulainya dengan mengoptimalkan proses konfigurasi build project. Beberapa tips agar konfigurasi build selalu optimal adalah:

  • Selalu mengupdate Android Studio, SDK tools, dan plugin gradle. Tutorial lengkap cara mengupdate Android Studio dan SDK tools dapat Anda simak di artikel Appkey: Pedoman Lengkap Cara Update SDK Tools dan IDE Android Studio.
  • Mematikan laporan Crashlytics untuk proses debugging pada build project. Anda bisa memakai kode:
Artikel Terkait  Manfaat Penting Menggunakan IoT Backend Sebagai Layanan

android {
...
buildTypes {
debug {
ext.enableCrashlytics = false
}
}

  • Menghindari kompilasi resource yang tidak dibutuhkan dalam testing project. Cukup gunakan 1 resource yang paling dibutuhkan saja.
  • Mencegah Crashlytics mengupdate resource aplikasi otomatis dengan mematikan proses pembuatan ID build secara otomatis.
  • Membuat modul library agar sistem build fokus mengompilasi modul yang diubah serta melakukan cache output pada build dengan modul library tersebut.
  • Mengaktivasi sinkronisasi project dengan varian tunggal dengan Android Studio versi 3.3 ke atas. Cara mengaktivasinya dapat Anda lakukan dengan urutan alur: File > Settings > Experimental > Gradle> centang ‘Only sync the active variant’.
  • Mematikan cache build dengan sistem build cache.
  • Mengonversi semua gambar dalam project ke WebP, yaitu format gile gambar dengan kompresi lossy dan transparasi seperti PNG dan JPEG. Sehingga, semua gambar dapat terjaga resolusinya meski memiliki ukuran yang lebih kecil.
Artikel Terkait  7 Program Aplikasi Android Offline

Membuat Profil untuk Build

Cara kedua untuk mengoptimalkan performa kecepatan build di Android Studio adalah dengan membuat profil untuk build. Profil build akan dipakai untuk mendiagnosis dan mengidentifikasi aneka kendala atau gangguan pada project.

Cara ini banyak digunakan pada project berskala besar yang mengimplementasikan lebih banyak logika build custom. Alhasil, Anda perlu melihat proses build secara lebih detil untuk bisa menemukan masalah.

Anda bisa membuat profil build dari command line dengan cara-cara berikut:

  1. Buka terminal command line pada root project.
  2. Lakukan clean build dengan code:

// On Mac or Linux, run the Gradle wrapper using “./gradlew”.

gradlew clean

  1. Jalankan build debug dengan code:

gradlew –profile –offline –rerun-tasks assembleFlavorDebug

Fungsi –profile akan memulai mengaktifkan proses pembuatan profil.

  1. Begitu proses build selesai, buka kode project-root/build/reports/profile/ dari jendela project.
  2. Klik kanan file profile-timestamp.html, klik Open in Browser > Default. Terakhir, Anda akan mendapatkan laporan profile build baru pada sebuah tab.

Demikianlah pembahasan artikel edisi kali ini tentang mempercepat Android Studio.

Terima kasih sudah mengikuti sampai di sini. Jangan lupa untuk ikuti sosial media dan website Appkey supaya tidak tertinggal aneka informasi terbaru seputar dunia IT.


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Proses Komunikasi: Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya