Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan AplikasiAplikasi iOSClass dan Struktur Swift | Belajar Dasar Programming iOS

Class dan Struktur Swift | Belajar Dasar Programming iOS

-

Pernahkah Anda bertanya-tanya bahasa pemrograman apa yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis OS iOS? Setiap gadget mempunyai sistem operasi (operating system / OS) masing-masing. Oleh sebab itu, setiap aplikasi disusun memakai bahasa pemrograman yang berbeda-beda sesuai dengan lingkungan OS milik gadget. Inilah juga yang menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa aplikasi Android dan iOS berbeda.

Jika pada Android Anda melakukan programming dengan Kotlin, maka Swift code adalah senjata yang Anda gunakan untuk ngoding aplikasi berbasis iOS. Apa itu Swift iOS? Bagaimana cara membuat aplikasi iOS dengan Swift?

Yuk kita cari tahu jawabannya langsung pada artikel berikut ini. Selamat membaca!

Mengenal Swift iOS, Bahasa Pemrograman Khusus iOS

swift-ios

Mungkin nama bahasa pemrograman Swift masih terdengar cukup asing di telinga sebagian orang. Swift adalah bahasa pemrograman milik Apple yang diciptakan khusus untuk memprogram aplikasi-aplikasi iOS-nya. Pencipta Swift adalah Chris Lattner, yang terinspirasi dari banyak bahasa pemrograman lain yang sudah ada sebelumnya.

Peluncuran pertama Swift code adalah pada tahun 2014. Pada saat itu, kehadiran Swift code adalah kejadian yang mengejutkan bagi dunia programming karena Swift adalah bahasa pemrograman baru khusus iOS dengan kualitas tinggi. Sampai hari ini, ada banyak tipe bahasa pemrograman Swift. Pun versi terbaru sekaligus yang paling banyak digunakan oleh programmer adalah Swift 3.

Penggunaan Swift adalah hal yang cukup mudah, terutama jika Anda sudah familiar dengan sistem Objective-C untuk mengembangkan aplikasi MacOS atau iOS. Dibandingkan dengan sistem Objective-C atau bahasa pemrograman lain seperti Java, Swift adalah bahasa pemrograman yang sangat ekspresif. Sepintas saat menggunakan bahasa ini, Anda mungkin akan teringat dengan bahasa JavaScript dan Ruby.

Swift adalah bahasa pemrograman yang intuitif, terutama untuk programmer yang keahliannya adalah bahasa pemrograman berbasis C. Akan tetapi, Swift tidak sama dengan sistem Objective-C ataupun bahasa programming C lain. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Swift dengan bahasa programming lain yang bisa kita perhatikan dari struktur dan classnya. Seperti apa? Mari lanjutkan scroll ke poin berikutnya!

Artikel Terkait  Manfaat Penting Menggunakan IoT Backend Sebagai Layanan

Belajar Class dan Struktur Swift Code

struktur-swift

Untuk bisa memahami kinerja Swift, maka Anda harus mengetahui seperti apa struktur dan class dari bahasa pemrograman ini. Sebagai catatan, Swift adalah bahasa pemrograman berbasis objek, jadi ada baiknya Anda juga mempelajari konsep bahasa programming yang berkaitan dengan objek agar bisa lebih mudah memahami Swift.

Class dan struktur pada Swift akan terasa mirip satu sama lain, seperti sama-sama mempunyai metode dan properti. Namun tetap saja, class dan struktur pada Swift mempunyai perbedaan penting, semisal struktur yang bisa diperluas dan diaplikasikan ke sistem protokol.

Berikut adalah pembahasan terkait class pada Swift.

Class pada Swift: Cara Mendefinisikan Class

Class pada Swift dapat Anda definisikan dengan memakai Xcode. Proses definisi ini dilakukan dengan keyword “class” dan disertai dengan sepasang tanda kurung kurawal “{}”. Contoh definisi claspada Swift adalah:

class Orang {
}

Kemudian, sebuah class di Swift bisa mempunyai metode dan properti. Berdasarkan class ‘orang’ di atas, maka ada 3 jenis properti class Swift yang bisa didapatkan yakni:

  • depanNama = properti variabel tipe String? (didefinisikan dengan var)
  • akhirNama = properti variabel tipe String? (didefinisikan dengan var)
  • Kelamin = properti konstantan tipe String (didefinisikan dengan let)

Properti-properti ini disebut juga sebagai properti stored. Contoh coding:

class Orang {
var depanNama: String?
var akhirNama: String?
let jenisKelamin = "perempuan"
}

Setiap properti yang Anda simpan harus mempunyai nilai / value pasca didefinisikan. Semisal value “perempuan” pada properti jenis kelamin. Dengan begini, Swift akan mengetahui bahwa properti jenis kelamin mempunyai tipe string.

Kemudian bagaimana dengan metode? Anda bisa menambahkan daya fungsi atau perilaku ke class memakai metode. Cara mendefinisikan metode cukup mirip dengan definisi fungsi, semisal pada contoh mendefinisikan metode fullName di class Orang sebagai berikut:

class Orang {
var depanNama: String?
var akhirNama: String?
let jenisKelamin = "perempuan"
func fullNama() -> String {
var parts: [String] = []
if let depanNama = diri.depanNama {
parts += [depanNama]
}
if let akhirNama = diri.akhirNama {
parts += [akhirNama]
}
return " ".join(parts)
}
}

Artikel Terkait  Jasa App Android Terpercaya + Website Profesional

Membuat Instance dan Inisialisasi

Selanjutnya, Anda bisa melakukan instansiasi serta inisialisasi untuk membuat instance class dari “Orang”? Apa itu instance class? Instance class ini sangat mirip dengan proses pemanggilan suatu fungsi. Anda bisa mengakses properti instance memakai fasilitas dot syntax. Cara membuat instance cukup dengan menulis nama kelas kemudian diikuti dengan sepasang tanda kurung biasa. Snantinya, nilai yang dikembalikan akan diberikan ke sebuah konstanta atau variabel. Contoh instance class pada orang bernama Jane:

jane.depanNama = "Jane"
jane.akhirName = "Christi"
jane.jenisKelamin = "perempuan"

Sementara inisialisasi merupakan tahapan yang hanya bisa dilakukan satu kali terhadap instance class ataupun struktur Swift. Untuk melakukannya, Anda bisa mengimplementasikan initializer, seperti contoh penambahan initializer berikut ini ke class “orang”:

class Orang {
var depanNama: String?
var belakangNama: String?
let jenisKelamin = "perempuan"
init() {
jenisKelamin = "perempuan"
}
}

Kata kunci initializer adalah “init”, dan tidak diawali dengan keyword “func.” Anda bisa mengatur nilai properti di initializer tersebut sesuai kebutuhan. Semisal Anda ingin mengubah value jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki:

init() {
diri.jenisKelamin = "laki-laki"
}

Membuat Parameter

Tahap terakhir adalah mengatur parameter. Di Swift, meskipun Anda belum menetapkan nama parameter eksternal, akan tetapi sistem sudah dengan otomatiss membuat nama parameter yang setara dengan parameter lokal. Dengan parameter, Anda bisa mengustomisasi initializer sehingga bisa menerima 1 atau lebih argument. Semisal pada contoh coding initializer data jenis kelamin, code berikut ini memungkinkan untuk menerima salah satu dari kedua gender yakni perempuan dan laki-laki:

init(gender: String) {
self.gender = gender
}

Struktur pada Swift: Cara Mendefinisikan

Setelah melihat bagaimana cara mendefinisikan class, sekarang kita bisa beralih pada cara mendefinisikan struktur di Swift. Proses definisi ini mirip dengan saat mendefinisikan class. Contoh pendefinisian struktur besar:

struct Dompet {
var uangkertas: Int
var uangkoin: Int
init() {
dollars = 0
cents = 0
}
}

Artikel Terkait  PUBG New State : Segala Hal yang Perlu Anda Tahu dari Aplikasi Game PUBG

Untuk memulai struktur, Anda harus mengawali coding dengan keyword ‘struct’. Di sini, Anda bisa langsung memberi nilai awal dari properti ke struktur initializer. Nantinya, Swift bisa melakukan semacam inspeksi initializer untuk menentuan tipe serta nilai awal dari setiap properti yang ada.

Lebih lanjut, struktur berbeda dari class dari segi inheritance. Struktur tidak mendukung inheritance sebagaimana class. Dalam struktur, terdapat superclass yang memiliki turunan yang bersifat mewarisi properti serta sifat-sifatnya. Kemudian, struktur merupakan tipe coding value yang dilewati dengan nilai, sementara class diawali dengan referensi. Contoh penulisan struktur berbasis nilai:

struct Point {
var a: Int
var b: Int
init(a: Int, b: Int) {
self.a = a
self.b = b
}
}
var point1 = Point(a: 0, b: 0)
var point2 = point1
point1.x = 10
println(point1.x) // Outputs 5
println(point2.x) // Outputs 10

Demikianlah pembahasan artikel edisi kali ini dasar-dasar class dan structure untuk membuat aplikasi iOS dengan Swift. Semoga artikel di atas mampu menambah pengetahuan Anda seputar membuat aplikasi iOS dengan Swift, ya!

Tertarik untuk mengetahui lebih jauh seputar Swift iOS ataupun pembahasan IT lainnya? Yuk follow media sosial dan website Appkey.id agar tidak ketinggalan informasi update artikel IT terbaru! Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Rekomendasi 10 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Encoding Adalah : Proses Komunikasi Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Cara Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

Pengertian Internet & Dampak Positif dan Negatif Internet

Internet mungkin bukan sesuatu yang asing lagi, sebab semua kalangan pasti tahu apa itu internet. Hanya saja jika ditanya...

10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Domain Google? Apa Bedanya Dengan Domain Biasa?

Saat memutuskan untuk membuat website menjadi salah satu bentuk media digital marketing Anda dalam bersaing di zaman digital ini,...

7 Aplikasi Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Aplikasi membuat aplikasi android saat ini banyak dicari penekun IT untuk membuat aplikasi Android secara offline tanpa harus menggunakan...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya