Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan WebsiteBackendKenali Nest JS, framework Node.js untuk aplikasi backend

Kenali Nest JS, framework Node.js untuk aplikasi backend

-

Last Updated on March 9, 2023 by

Aplikasi web sudah menjadi hal yang sangat umum saat ini. Pembangunan aplikasi web tidak terlepas dari peran JavaScript untuk membantu mewujudkan konten yang lebih dinamis. Seperti yang diketahui, JavaScript saat ini tidak hanya digunakan untuk sisi depan halaman web saja, tetapi juga bisa digunakan untuk hal-hal di balik layar seperti penanganan dan pemrosesan data berkat Node.js. Nest JS adalah salah satu bagian dari ekosistem Node.js yang sempat kami pilih sebagai salah satu framework Node.js terbaik beberapa tahun lalu. Bagaimana dengan saat ini, apakah Nest.JS masih unggul? Simak artikel kali ini untuk pembahasan lengkapnya.

Apa itu Nest JS?

nest js

Nest JS adalah framework Node.js untuk membuat aplikasi sisi server yang bersifat efisien dan scalable. Nest.js menggunakan JavaScript progresif serta mendukung TypeScript.

Nest JS adalah framework bersifat progressive untuk membuat aplikasi yang scalable dan testable, dengan kata lain aplikasi yang bisa disesuaikan kapasitas pemrosesan serta mudah untuk diuji. Nest.JS digunakan untuk membuat aplikasi bersifat monolith dan microservices. Nest JS dapat dimanfaatkan untuk membuat aplikasi MVC, GraphQL, REST API, Web Socket, dan lain-lain. Karena Nest.js ditulis dengan TypeScript, error dapat dideteksi pada waktu compile untuk menghindari masalah lebih lanjut saat membangun microservice yang serupa. Nest.JS memperluas framework Node.js seperti Express.JS dan Fastify dengan membawa beberapa fitur dan API yang tersedia secara out of the box. Nest.JS terinspirasi dari framework JavaScript lain yaitu Angular, tetapi jika Angular dirancang untuk pengembangan di frontend, Nest.JS dirancang untuk pengembangan di sisi backend karena menggunakan gaya dan sintaks dari Angular.

Nest.JS memiliki struktur yang baik, alat CLI, module, controller, service dan testing untuk memulai. Selain itu tersedia juga template agar membantu mempercepat pembuatan proyek. Developer yang telah mengetahui seluk beluk pengembangan frontend seperti JavaScript dan TypeScript dapat dengan mudah mempelajari Nest.JS, namun memerlukan pengetahuan tentang API serta cara memberikan request dari sisi frontend ke backend.

Konsep dasar Nest.JS

Komponen yang mendasari Nest JS adalah:

  • Modules

Modules yaitu kemampuan untuk membagi fitur menjadi unit logis dan dapat digunakan kembali (reusable) serta mengelompokkan kemampuan yang berkaitan. Node akan mempelajari struktur aplikasi dan hubungan di dalamnya dari root module pada aplikasi. Sebuah module ditunjukkan dengan decorator `@Module()`milik Nest yang memuat properti seperti controller, provider, dan dependency pada module tersebut.

  • Providers

Providers menyederhanakan semua bentuk kompleksitas dan logika. Providers dapat dimasukkan sebagai dependency untuk menghubungkan berbagai object. Selain itu, class seperti layanan (services), repository, atau helper bisa diubah menjadi providers dengan menambahkan decorator `@Injectable`. Providers dapat dimasukkan dalam class dari constructor, selanjutnya Nest.js akan membenahi dependency yang diminta.

  • Controller

Controller mengelola request yang didapatkan dari HTTP request yang diterima untuk kemudian memberi response yang sesuai.

Artikel Terkait  Ini Dia NoSQL Database Terbaik yang Bisa Anda Coba

Fitur-fitur Nest.JS

Kepopuleran Nest.js tidak terlepas dari berbagai fitur dan keunggulannya untuk membuat apikasi di sisi server menggunakan Node.js. Pembahasan beberapa fitur Nest JS adalah:

  • Arsitektur modular: Nest.js memungkinkan pengelolaan kode program menjadi blok-blok sehingga memudahkan maintenance dan penggunaan ulang kode.
  • Dukungan TypeScript: penggunaan TypeScript pada Nest.js membawa static typinguntuk mempercepat pengecekan tipe data serta kemudahan dalam keterbacaan kode.
  • Dependency injection: Nest.js menggunakan injeksi dependencyuntuk memberikan modulatias, scalability, dan kemudahan pengujian.
  • Performa cepat: Nest.js dibangun di atas Node.js, platform dengan kecepatan dan penggunaan resource yang efisien.
  • Dukungan microservices: Nest.js memudahkan pengembangan dan pengelolaan microservices, memungkinkan developermemecah aplikasi kompleks menjadi komponen-komponen kecil yang lebih mudah dikelola.
  • Pengujian: Nest.js memberikan modul testingdasar seperti unit test dan end to end test untuk memudahkan pengujian aplikasi, yang pada akhirnya membantu developer menghasilkan aplikasi yang lebih stabil.
  • Keamanan: Nest.JS menawarkan moduledan guard untuk autentikasi dan otorisasi. Guard pada Nest.JS memudahkan penentuan hak akses route pada pengguna.
Artikel Terkait  Apa Itu Basis Data? Mengelola Basis Data di phpMyAdmin

Nest JS untuk microservices

nest js

Kami sebelumnya telah membahas arsitektur microservices, yaitu sebuah pendekatan yang melebur sebuah aplikasi besar menjadi layanan-layanan kecil. Microservices hadir untuk memenuhi kebutuhan pengembangan aplikasi masa kini yang biasanya perlu pembaruan secara rutin dan sesering mungkin. Keunggulan lain dari arsitektur ini adalah mempermudah integrasi dengan layanan lainnya menggaunakan API, serta mudah dikembangkan dari sisi skala (scalable).

Nest JS adalah solusi yang tepat untuk membangun microservice dengan sifat terstruktur dan ringan. Ini karena Nest.JS memiliki fitur-fitur yang membuat pengembangan, penambahan, serta perawatan aplikasi menjadi lebih efisien. Nest.JS juga memiliki dependency injection untuk mempermudah penggunaan ulang dari suatu kode dengan memasukkan modul-modul yang memiliki dependency ke modul lainnya. Microservices pada Nest.JS dapat dihubungkan secara out of the box menggunakan TCP port.

Nest.JS dengan framework lainnya

Salah satu framework yang sering dibandingkan dengan Nest JS adalah Express.js. Keduanya sama-sama JavaScript dan bisa digunakan untuk membuat aplikasi sisi server. Namun, Nest.js memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan Express.js yang mungkin membuat Nest.js lebih menarik. Ini dia keunggulannya:

  • js menggunakan arsitektur modular dari awal sehingga kode bisa terorganisir dan digunakan di bagian lain dalam aplikasi Anda.
  • js menggunakan TypeScript yang memiliki sifat static typing serta tingkat keterbacaan kode yang lebih baik. Ini membuatnya cocok untuk aplikasi kompleks yang terus berkembang.
  • js menggunakan dependency injection untuk memudahkan pengelolaan dependency dalam proyek serta memastikan aplikasi Anda bersifat dan scalable. Fitur ini dapat berguna untuk pengembangan bersifat microservices.
  • js menyediakan module untuk testing yang dapat memudahkan penyusunan skenario pengujian sejak awal diinstal. Express.js tidak menyediakan fitur ini secara out of the box, sehingga Anda perlu mencari framework lain untuk pengujian.
  • js menyediakan dukungan untuk fitur-fitur tambahan seperti WebSockets dan GraphQL secara bawaan. Express.js tidak menyediakanya secara out of the box, namun Anda dapat menambahkannya sendiri atau memanfaatkan pluginpihak ketiga.
  • Pada Express.JS, developer harus mengangkut beberapa fitur dari penyedia pihak ketiga, yang dimana hal ini dilakukan secara otomatis serta tersedia secara langsung pada Nest.js. Nest.js memiliki arsitektur yang jelas untuk membantu membagi aplikasi menjadi microservicemenggunakan komponen-komponen seperti modules, controllers dan providers.
  • js memiliki abstraction layer di atas Node.js, artinya Nest dapat memanfaatkan fitur-fitur dan keunggulan Node.js dengan tambahan kemampuan API untuk performa dan efisiensi lebih mumpuni. Selain itu Nest.js memiliki dukungan modul pihak ketiga untuk menambah fungsi sehingga dapat mempercepat keseluruhan prosesdevelopment.
  • js juga bisa dikonfigurasi dengan ORM seperti TypeORM untuk mempermudah bekerja dengan databasedengan fitur seperti Activity Record dan Data Mapper pattern.
Artikel Terkait  Praktis Mengelola Database dengan “SQL Inspector”

Berbicara tentang Nest JS mungkin akan mengingatkan Anda pada framework JavaScript lain dengan nama yang cukup mirip, yaitu Next.JS. Apakah ada perbedaan antara keduanya? Tentu saja ada. Next.JS adalah framework yang lebih cenderung ke arah front-end dimana ia menangani tampilan visual dari suatu aplikasi web. Sedangkan Nest.JS cenderung ke back-end dimana ia menangani urusan penyimpanan dan pengelolaan data.

Penutup

Itu dia pembahasan kami mengenai Nest.JS, framework JS dengan spesialisasi di bagian backend. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan menambah referensi Anda terutama bagi yang ingin mengembangkan aplikasi web yang berguna. Jika penasaran dengan pembahasan lainnya seputar web dan app development, ikuti terus appkey.id agar tidak ketinggalan artikel menarik lainnya dari kami. Sampai jumpa!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Contoh PHP Curl : 10 Hal Luar Biasa yang dapat Anda Kembangkan dengan Curl

Meningkatnya jumlah aplikasi yang pindah ke web telah membuat "HTTP Scripting" lebih sering diminta dan diinginkan. Untuk dapat secara...

Encoding Adalah : Proses Komunikasi Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Rekomendasi 7 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Cara Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

4 Cara Mengatasi Autentikasi Google Play Store dengan Cepat dan Mudah

Apakah Anda sedang mengalami masalah autentikasi Google Play Store? Permasalahan autentikasi Google Play Store adalah permasalahan umum sering dialami...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Ini Cara Mudah Membuat Redirect PHP | Seri Belajar PHP

Fungsi redirect PHP sangat banyak digunakan dalam kehidupan berwebsite alias mengelola website. Script redirect PHP banyak dipergunakan oleh user...

Rekomendasi 10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya