Media Pengembangan Web & App | by APPKEY

Pembuatan WebsiteFront endReact vs Angular, Mana Pilihan Terbaik Untuk Front End?

React vs Angular, Mana Pilihan Terbaik Untuk Front End?

-

Last Updated on May 19, 2023 by

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, pemilihan kerangka kerja (framework) yang tepat untuk pengembangan front end menjadi pertanyaan yang sering muncul di kalangan pengembang web. Dua kontestan utama dalam pertarungan ini adalah React vs Angular, keduanya memiliki fitur unggulan dan kelebihannya masing-masing. React dan Angular adalah dua pilihan populer bagi banyak pengembang. 

React yang dikembangkan oleh Facebook telah menjadi pilihan banyak perusahaan teknologi ternama dan start-up. Sementara Angular yang dikembangkan oleh Google memiliki basis pengguna yang kuat dan mendapatkan dukungan penuh dari komunitas pengembang yang besar. Melalui artikel ini, kita akan membandingkan React vs Angular dan membantu pengembang menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek. Yuk simak dibawah ini!

React vs Angular

react vs angular

React dan Angular adalah dua framework yang sangat berbeda. React adalah perpustakaan JavaScript yang memungkinkan pengembang untuk membangun antarmuka pengguna yang interaktif, sementara Angular adalah kerangka kerja lengkap yang memfasilitasi pembuatan aplikasi web skala besar yang kompleks. Dengan kata lain, React memungkinkan untuk membangun komponen UI sedangkan Angular memberikan banyak alat lain di luar UI seperti routing, form, dan bahkan pengujian.

React menggunakan model pemrograman yang lebih fungsional dan mendukung pemrograman deklaratif yang berarti pengguna hanya perlu mendeskripsikan tampilan yang mereka inginkan dan React akan memastikan bahwa UI selalu sesuai dengan deskripsi tersebut. Sementara Angular menggunakan pendekatan berorientasi objek dan mendukung pemrograman imperatif. 

Perbandingan React vs Angular

Untuk melakukan perbandingan antara React vs Angular, kenali semua perbedaan utama dari kedua framework ini agar dapat memilih yang terbaik untuk proyek pengembangan. Berikut beberapa perbandingan antara React dan Angular yang harus Anda ketahui

1. Data Binding

React menggunakan data binding satu arah dimana aliran data dalam aplikasi berjalan dari atas ke bawah. Hal ini dapat memudahkan dalam pelacakan perubahan dan debug aplikasi. Namun, di sisi lain, ini dapat memperlambat proses pengembangan karena harus menulis kode tambahan untuk mengikat data dalam arah yang berlawanan.

Artikel Terkait  Apa itu ASP.NET Core? Framework C# Untuk Aplikasi Web

Berbeda dengan React, Angular menggunakan data binding dua arah yang berarti perubahan pada model langsung mempengaruhi tampilan dan sebaliknya. Hal ini dapat mempercepat proses pengembangan tetapi membuat aplikasi lebih sulit untuk di debug karena perubahan dapat berasal dari dua arah.

2. Komponen

React memanfaatkan JavaScript ES6 untuk membuat komponen, sedangkan Angular menggunakan TypeScript. Komponen pada React adalah fungsi JavaScript murni yang membuatnya lebih mudah dan fleksibel untuk digunakan dan dikelola. Kode menjadi lebih mudah dipahami dan diperbarui.

Sementara itu, Angular memanfaatkan TypeScript yang merupakan sebuah superset dari JavaScript untuk membuat komponen. TypeScript memiliki fitur yang tidak ada di ES6 seperti static typing dan interface yang dapat meningkatkan produktivitas pengembangan dan memudahkan debugging.

3. Komponen UI

React dan Angular memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal komponen UI. React memiliki library yang kaya dan beragam seperti Material-UI dan Ant Design yang memberikan kebebasan kepada pengembang untuk memilih apa yang mereka inginkan.

Di sisi lain, Angular memiliki Material Design yang diintegrasikan, sebuah kerangka kerja desain yang dikembangkan oleh Google. Meski begitu, beberapa pengembang mungkin merasa bahwa pilihan yang lebih terbatas ini mengurangi fleksibilitas dalam pengembangan desain.

4. Injeksi Dependensi

Injeksi dependensi adalah fitur yang memungkinkan kelas menerima ketergantungan daripada membuatnya sendiri. Angular memiliki sistem injeksi dependensi bawaan yang membantu mengelola dan mengontrol dependensi dalam aplikasi Anda. Sedangkan React sendiri tidak memiliki fitur ini secara bawaan. Jika pengembang membutuhkan injeksi dependensi, pustaka pihak ketiga dapat dimanfaatkan atau menciptakan solusi sendiri.

5. DOM

React menggunakan Virtual DOM yang mempercepat proses pembaruan dan perenderan UI. Hal ini karena React membandingkan perubahan yang dibuat dengan Virtual DOM sebelum memutuskan bagian mana dari DOM asli yang harus diperbarui.

Sementara Angular menggunakan Real DOM yang memperbarui seluruh pohon struktur jika ada perubahan bahkan jika perubahan hanya mempengaruhi satu elemen. Meski Real DOM bisa menjadi lebih lambat jika ada banyak perubahan, tetapi untuk aplikasi kecil hingga sedang perbedaan ini mungkin tidak signifikan.

Artikel Terkait  Website Teknologi Terbaik yang Layak untuk Dikunjungi

6. Bahasa

Seperti yang sudah disebutkan, React menggunakan JavaScript ES6, bahasa yang sudah sangat akrab bagi sebagian besar pengembang. Angular sendiri menggunakan TypeScript. Meski TypeScript menawarkan beberapa fitur tambahan seperti static typing dan interface, pengguna mungkin membutuhkan waktu untuk belajar dan beradaptasi dengan TypeScript jika mereka belum pernah menggunakannya sebelumnya.

7. Alat

React memberikan fleksibilitas lebih dalam hal alat yang digunakan. Pengembang bebas memilih alat yang mereka sukai untuk mengelola state, routing, dan tugas-tugas lainnya. Sementara, Angular sendiri datang dengan sekumpulan alat bawaan seperti Angular CLI yang memudahkan pengembangan aplikasi. Namun, ini juga berarti bahwa pengembang Angular memiliki opsi yang lebih terbatas dibandingkan dengan React.

8. Performa

Ketika berbicara tentang performa, React dan Angular sama-sama menawarkan performa yang baik. Namun, React dapat lebih cepat dalam beberapa skenario, terutama ketika melakukan banyak perubahan UI di dalam aplikasi yang kompleks berkat penggunaan Virtual DOM.

Meski angular menggunakan Real DOM yang cenderung lebih lambat untuk aplikasi besar tetapi tetap efisien untuk aplikasi skala kecil hingga menengah. Angular dapat mengoptimalkan kinerja aplikasi dengan baik dengan teknologi seperti change detection.

9. Arsitektur Komponen

React menggunakan arsitektur berbasis komponen dimana aplikasi dibangun menggunakan komponen yang dapat digunakan kembali dan dipadukan untuk membentuk tampilan aplikasi. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi dan memudahkan pengelolaan kode.

Sementara, angular menggunakan arsitektur modular yang memungkinkan pengembang untuk mengelompokkan kode yang berhubungan ke dalam modul yang dapat digunakan kembali untuk memfasilitasi pengorganisasian kode dan peningkatan produktivitas.

Kelebihan dan Kekurangan React

react vs angular

React menawarkan sejumlah kelebihan seperti fleksibilitas tinggi, ekosistem yang kaya, dan kemampuan untuk menulis komponen yang dapat digunakan kembali. React juga menggunakan Virtual DOM yang dapat mempercepat pembaruan dan perenderan UI.

Namun, React juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kurva belajar yang cukup tinggi, terutama bagi pengembang yang belum familiar dengan konsep-konsep seperti JSX dan state management. Selain itu, karena React hanya berfokus pada UI membuat pengembang harus mencari pustaka pihak ketiga untuk fitur-fitur lain seperti routing atau state management.

Artikel Terkait  11 Framework PHP Terbaik Untuk Web Developer

Kelebihan dan Kekurangan Angular

Angular menawarkan solusi lengkap untuk pengembangan aplikasi web termasuk fitur untuk routing, form, dan testing. Selain itu, Angular juga mendukung two-way data binding yang dapat mempercepat proses pengembangan.

Selain kelebihan diatas, Angular juga memiliki kekurangan. Kurva belajar Angular cukup tinggi, terutama bagi pengembang yang belum familiar dengan TypeScript dan konsep seperti decorators dan directives. Selain itu, karena Angular menggunakan Real DOM yang performanya bisa menjadi isu dalam aplikasi skala besar dengan banyak perubahan UI.

Pilih React atau Angular untuk Pengembangan Front End?

Pilihan antara React dan Angular sebagian besar tergantung pada kebutuhan proyek dan preferensi tim pengembangan. Jika Anda mencari fleksibilitas dan ekosistem yang kaya, React mungkin adalah pilihan yang baik. Namun, jika Anda mencari solusi lengkap yang mencakup sejumlah fitur bawaan, Angular mungkin lebih sesuai.

Ingatlah bahwa keduanya adalah pilihan yang sangat baik dan telah digunakan oleh banyak perusahaan besar dan startup untuk membangun aplikasi mereka. Pilihan antara keduanya harus didasarkan pada apa yang paling sesuai dengan proyek dan tim dan perbandingan react vs angular diatas hanya menjadi acuan yang membantu pengambilan keputusan.

Kesimpulan

React dan Angular adalah dua pilihan populer dalam pengembangan front end. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. React menawarkan fleksibilitas dan performa yang baik, sementara Angular menawarkan solusi lengkap dan fitur bawaan yang kuat. Kedua framework ini adalah alat yang sangat baik yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi yang baik. Dengan ulasan perbandingan React vs Angular diatas, keputusan yang tepat tentang apakah harus menggunakan React atau Angular dapat diambil untuk proyek pengembangan front end Anda. Semoga dapat menambah wawasan pengembangan aplikasi Anda!

Ikuti WEBAPP untuk dapatkan seluruh info terbaru dan menarik seputar dunia pengembangan aplikasi maupun web! Klik https://appkey.id/ agar tidak ketinggalan banyak info menarik maupun artikel terbaru dari dunia teknologi dan pengembangan software setiap harinya! Sampai jumpa!


Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Mau posting artikel iklan?

Yuk klik dan ikuti ketentuan layanan dari kami, dapatkan penawaran paket dengan harga terbaik!

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang Website, Aplikasi, Desain, Video dan API langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan terus belajar bersama kami!

Kategori

Blog Post Ranking 10

Contoh PHP Curl : 10 Hal Luar Biasa yang dapat Anda Kembangkan dengan Curl

Meningkatnya jumlah aplikasi yang pindah ke web telah membuat "HTTP Scripting" lebih sering diminta dan diinginkan. Untuk dapat secara...

Encoding Adalah : Proses Komunikasi Encoding dan Decoding

Jika kita dapat melihat percakapan antar komputer, mungkin akan terlihat seperti ini: "010110111011101011010010110". Bahasa ini disebut dengan biner, encoding...

Looping Adalah Algoritma Perulangan: Berikut Contohnya

Jika anda sudah mendalami atau sedang mendalami dunia pemrograman terdapat sebuah konsep yang dapat memudahkan anda dalam menyusun struktur...

Rekomendasi 7 Aplikasi Pembuat Animasi 3D Terbaik. Ayo Cek!

Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang animator profesional? Belajar membuat animasi kini sudah menjadi hal mudah yang bisa dilakukan...

Metadata Adalah? Fungsi dan Jenis-Jenis Metadata

Pernah mendengar istilah metadata? Mungkin, kita sering mendengar istilah metadata. Tetapi, banyak dari kita yang belum tahu arti dari metadata...

Cara Membuat Aplikasi di Playstore dengan Mudah

Membuat aplikasi di Playstore bisa Anda lakukan dengan mudah. Terdapat beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat aplikasi...

4 Cara Mengatasi Autentikasi Google Play Store dengan Cepat dan Mudah

Apakah Anda sedang mengalami masalah autentikasi Google Play Store? Permasalahan autentikasi Google Play Store adalah permasalahan umum sering dialami...

Cara Mudah Menambahkan Lokasi Alamat Bisnis Anda di Google Maps

Saat ingin hunting tempat makan atau tempat nongkrong terbaru, tak jarang beberapa dari Anda biasanya mendapatkan informasi terkini melalui...

Ini Cara Mudah Membuat Redirect PHP | Seri Belajar PHP

Fungsi redirect PHP sangat banyak digunakan dalam kehidupan berwebsite alias mengelola website. Script redirect PHP banyak dipergunakan oleh user...

Rekomendasi 10 Aplikasi Coding Android Terbaik

Ketersediaan aplikasi coding Android memang banyak dicari oleh orang-orang yang sedang atau akan memulai untuk membuat aplikasi android. Jika...

Bisnis

Online Service

Peluang Bisnis

Model Bisnis

Entrepreneurship

Uang

Ketrampilan

Outsourcing

Monetize

Pemasaran

SEO

Internet Marketing

Dasar Pemasaran

Strategi Pemasaran

Situs Web Analitik

Iklan

Teknologi

Teknologi Terbaru

AI

Komputer

Jaringan

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya